Oleh Syamsul Bachtiyar pada hari Kamis, 14 Nov 2019 - 15:33:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemerintah Diminta Serius Tangani Meningkatnya Pengangguran

tscom_news_photo_1573720394.jpeg
Ecky Awal Mucharam (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru tentang perkembangan sektor ketenagakerjaan mengkhawatirkan. Hal tersebut dikarenakan jumlah pengangguran yang meningkat menjadi 7,05 juta pada Agustus 2019 dari Februari 2019 yang di angka 6,8 juta.

Dari sisi persentase, tingkat pengguran terbuka (TPT) pada Agustus mencapai 5,28 persen; naik dari 5,01 persen pada Februari 2019. Jika memerhatikan berbagai indikator, dapat dikatakan sektor ketenagakerjaan tertekan cukup nyata.

Menanggapi hal tersebut, Anggota komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ecky Awal Mucharam mengingatkan bahwa tekanan terhadap sektor ketenagakerjaan cukup tinggi.

Persoalan diawali dari kegagalan mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi, sehingga stimulus terhadap ekspansi bisnis juga gagal. Realisasi investasi juga menurun, karena iklim berusaha yang tidak kunjung membaik.

“Beberapa rilis lembaga dunia tentang daya saing ekonomi, tidak menempatkan Indonesia sebagai negara yang menarik untuk tujuan investasi” ujar Ecky di Jakarta (13/11/2019).

Disisi lain ekonomi terus bergantung pada kekuatan konsumsi rumah tangga, sehingga aktvitas produktif cenderung terbatas.

“Saya sangat khawatir bahwa kondisi ketenagakerjaan ini terus memburuk. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja yang bekerja pada Agustus 2019 hanya 126,51 juta yang turun dari 129,36 juta pada Februari 2019. Artinya, ada sekitar 2,85 juta tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan selama 6 bulan terakhir.” papar Wakil Ketua Fraksi PKS ini.

Ecky memaparkan bahwa, situasi ketenagakerjaan semakin rumit karena daya saing sumberdaya manusia kita pun belum cukup prima.

“Tantangan itu meningkat, karena penetrasi teknologi dan revolusi industri 4.0 yang memaksa tenaga kerja untuk mampu menyesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis, di tengah-tengah pendidikan yang masih rendah dan kondisi lingkungan ekonomi belum kondusif,” pungkas politisi dari Dapil Jawa Barat ini.(ris)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...