Sosok Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (3-habis)

Antara Jaringan, Doktor Politik, dan Pergaulan Internasional

Oleh pamudji, kamsari, jihan pada hari Senin, 18 Nov 2019 - 08:27:51 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1574040471.jpg

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Kunci menembus pernjanjian internasional, salah satunya adalah kekuatan jaringan. Presiden Joko Widodo (Jokowi), barangkali juga mempertimbangkan hal itu sebelum menunjuk Jerry Sambuaga sebagai Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag). Di mata Presiden, politisi sekaligus akademisi itu dinilai memiliki dan mampu membangun jaringan internasional . 

Yang menarik, jaringan dan pengalaman internasional telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian Jerry. Sosoknya benar-benar dikenal di jaringan perdagangan dan politik global. 

Bagaimana Jerry membangun jaringan dan pengalaman tersebut, berikut kutipan perbincangannya dengan teropongsenayan.com di Gedung Kemendag, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

====

Mitigasi apa yang sudah Anda lakukan dalam masalah perjanjian internasional?

Saya memimpin delegasi untuk menghadiri ministrial meeting WTO di Shanghai. Saya pikir, itu perlu kita sampaikan bahwa meeting ini sangat strategis. Kenapa? karena di dalam meeting ini kita menyiapkan meeting selanjutnya yang akan dilaksanakan di Kazaktan tahun depan. Agendanya salah satunya kebijakan-kebijakan soal transparansi, akses market, subsidi khususnya untuk fisheri.

Strategisnya dimana?

Ada negara-negara yang dirugikan. Kita mencoba mencari solusi. Kita bahas kembali subsidi fisheri. Kita bicarakan juga tentang kebutuhan negara-negara  berkembang. Negara berkembang dan negara maju itu tidak sama kondisinya. 

Dalam hal apa? ya dalam hal kemampuan, daya beli, penjualan, dalam hal ekspor-impor, karena itu berkaitan dengan kebijakan. Kebijakan apa yang menyangkut hajat hidup orang banyak, salah satunya untuk nelayan.

Kalau tentang keterbukaan, apa yang dibahas?

Kita juga bahas soal kebijakan keterbukaan. Bagaimana keterbukaan masing-masing negara untuk akses pasar. Kalau bicara perdagangan, ya harus ada keterbukaan. Nah keterbukaan itu seberapa jauh diatur dalam keputusan strategis.

Itu contoh bagaimana kurun waktu yang singkat ini kami berusaha untuk bekerja dengan maksimal sesuai jobdesk masing-masing.

Latar belakang Anda ilmu politik, apakah menunjang tugas sebagai Wamendag?

Justru itu sangat berhubungan, kalau saya lihat. Saya 15 tahun belajar ilmu politik. Di politik itu ada lima cabang. Yang pertama ada polical theory, perbandingan politik, administrasi publik, filsafat dasar politik, dan hubungan internasional. Dan kebetulan, S1, S2, dan S3 saya Hubungan Internasional (HI). HI itu adalah cabang dari ilmu politik. Jadi kalau kita mempelajari induknya, maka kita juga akan mempelajari cabangnya.

Selama di DPR saya di Komisi I. Komisi ini bekerja di empat bidang. Yakni luar negeri, pertahanan, intelejen dan telekomunikasi dan informatika.jadi ini sangat menunjang. Kalau luar negeri itu kan bukan hanya soal diplomasi tapi juga soal perdagangan. Ketika kita bicara tentang multilateral, tentang regional, Indonesia sangat aktif. Kita aktif di WTO, APEC, apalagi di  Asean. Asean itu organisasi multilateral yang sangat diperhitungkan di kawasan, regionalisme dan politik globalnya sangat dipengaruhi oleh Indonesia. Itu karena Indonesia adalah negara besar di Asean, negara terdemokratis, dan dari segi jumlah penduduk, kita yang paling besar. Indonesia sangat diperhitungkan.

Artinya, keilmuan dan pengalaman Anda sejalan dengan tugas Wamendag?

Mungkin penempatan saya di Wamendag untuk menunjang itu, karena dulu saya di Komisi I DPR. Dan saya tambahkan lagi, saya dulu di BKSAP. BKSAP itu badan kerja sama antar parlemen. Di situ ada parlemen sedunia, ada 193 negara lebih. BKSAP adalah alat kelengkapan dewan di luar komisi, yang secara tetap dan permanen tugasnya adalah menjalin hubungan dengan parlemen seluruh dunia.

Tugas itu, pertama dalam rangka meningkatkan diplomasi parlemen, dan kedua meningkatkan hubungan secara spesifik. Salah satunya, bagaimana kita memfasilitasi dan mempertemukan antar delegasi negara. Saya contohkan, saya bertemu dengan delegasi Urugay, Chili, Rusia,Turki, dan banyaklah negara yang saya kunjungi  dalam rangka membuka akses. 

Dari pengalaman internasional tersebut, apa yang bisa Anda petik?

Bagaimana pun juga, pada akhirnya, yang saya tahu, yang saya pelajari dan alami, ujung-ujungnya kita harus menciptakan network (jaringan) yang baik.Tanpa nerworking bisa, tapi lebih sulit. Dengan networking, lebih mudah. Perumpamaannya, kalau kita punya tangga, kita bisa gampang mencapai tempat yang lebih tinggi. Itu sebuah perjalanan, proses, yang menurut saya sangat menunjang. Berbekal pengalaman saya di Komisi I DPR RI,anggota BKSAP, keilmuan saya yang berlatarbelakang politik hubungan internasional yang juga bersinggungan dengan perdagangan internasional, membuat semua semakin melengkapi  dalam rangka menunjang tugas saya sebagai Wamendag.(plt)

tag: #menteri-jokowi  

Bagikan Berita ini :