Berita
Oleh Ahmad Syaikh pada hari Sabtu, 23 Nov 2019 - 12:37:23 WIB
Bagikan Berita ini :

Amnesty Internasional: Cabut Persyaratan Diskriminatif dalam Seleksi CPNS

tscom_news_photo_1574487443.jpg
Seleksi CPNS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid meminta persyaratan diskriminatif dalam seleksi penerimaan CPNS dicabut.

“Harus segera dicabut karena melanggar konstitusi dan tidak sesuai dengan kewajiban Indonesia di bawah hukum HAM internasional,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

Pasalnya, menurut dia, kebijakan tersebut tidak memberikan hak yang sama bagi warga negara dan tidak merujuk pada kompetensi para calon PNS.

"Indonesia seharusnya merekrut kandidat terbaik untuk menjadi pegawai negeri sipil, bukan menerapkan persyaratan yang mengandung kebencian terhadap kelompok tertentu,” tegasnya.

Seperti pada laman situs perekrutan CPNS Kejaksaan Agung (rekrutmen.kejaksaan.go.id) menyatakan kandidat tidak boleh memiliki “kelainan orientasi seksual” dan “kelainan perilaku (transgender)”.

Kejagung juga mensyaratkan postur badan ideal dengan standar BMI 18—25 dan tidak mengidap “cacat fisik” dan “cacat mental”.

Persyaratan aneh lainnya ada pada Kementerian Perdagangan, terdapat larangan mendaftar buat LGBT melamar, walaupun persyaratan ini kemudian dicabut.

"Kementerian Pertahanan juga melarang untuk perempuan hamil," pungkasnya. (ahm)

tag: #pns  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Dua Pegawai KAI yang Jujur Terima Hadiah Ponsel, Pulsa dan Sederet Asuransi

Oleh Rihad
pada hari Senin, 13 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Menteri BUMN Erick Thohir memberikan apresiasi kepada dua petugas KRL karena bersikap jujur usai menemukan Rp 500 juta di kereta, Senin (13/7). Mereka adalah petugas ...
Berita

Kuasa Hukum Heru Hidayat Tegaskan Akan Terus Kejar Keterangan Dirut Jiwasraya, Kenapa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Penasihat Hukum Heru Hidayat, Aldres Napitupulu mengatakan, dalam sidang lanjutan perkara Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (13/07), peran Direktur Utama PT Asuransi ...