Oleh pamudji pada hari Senin, 16 Des 2019 - 06:24:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Begini Cara Wujudkan Mimpi Pertumbuhan Ekonomi 6%

tscom_news_photo_1576452272.jpeg
Ilustrasi (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Pemerintah bermimpi pertumbuhan ekonomi bergerak di angka 6% dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Sejumlah strategi pun disiapkan guna mewujudkan mimpi tersebut.

"Rumusnya pertumbuhan adalah fungsi dari konsumsi, investasi pemerintah, investasi dan ekspor impor," Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto di Jakarta, Minggu (15/12/2019) malam.

Arifin menjabarkan strategi itu di antaranya mendorong pertumbuhan tinggi investasi khususnya sektor manufaktur.

Sektor manufaktur, kata dia, karena memiliki nilai tambah yang tinggi dan hilirisasi masih potensial digarap dengan mengupayakan teknologi tinggi dan investasi yang besar.

Strategi lain, lanjut dia, memperbaiki iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi dan prosedur investasi terutama di daerah.

Selain itu, pemilihan lokasi yang difokuskan di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK).

Sementara itu, untuk mendorong stimulus bagi ekonomi RI, kebijakan fiskal akan diarahkan lebih longgar dan kebijakan yang pro investasi khususnya manufaktur.

Untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan, lanjut dia, pemerintah akan menggenjot sektor pariwisata karena mendatangkan devisa bagi negara.

Selain itu, pemerintah mengembangkan produk yang menggantikan produk ekspor.

Dari sisi produksi, pemerintah akan mendorong industrialiasi dengan mengembangkan inovasi dan transfer teknologi untuk menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi domestik.

"Kementerian dan lembaga harus memastikan yang disepakati dalam RPJMN ini terlaksana dengan baik," imbuhnya.

Strategi tersebut disiapkan menyikapi sejumlah tantangan ekonomi global yang berpotensi masih akan terjadi dalam periode RPJMN itu.

Tantangan global itu, lanjut dia, di antaranya kebijakan proteksionisme perdagangan negara lain, pelemahan ekonomi China, risiko geopolitik, perlambatan ekonomi di kawasan Uni Eropa hingga potensi krisis di Amerika Latin.(plt)

tag: #pertumbuhan-ekonomi-indonesia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...