Oleh pamudji pada hari Kamis, 19 Des 2019 - 10:21:01 WIB
Bagikan Berita ini :

Mudik Nataru, 911 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

tscom_news_photo_1576725661.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Sebanyak 911.000 kendaraan diprediksi bakal meninggalkan Jakarta selama mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Puncak mudik Natal diperkirakan berlangsung pada Sabtu (21/12) terjadi agak malam," kata Direktur Operasional PT Jasa Marga Subakti Syukur usai Apel Siaga di Kantor Jasa Marga Jakarta-Cikampek, Bekasi, Kamis (19/12/2019).

Sementara itu puncak arus mudik pada saat libur Tahun Baru 2020 diprediksi berlangsung pada Sabtu (28/12/2019).

"Diperkirakan total 911.000 unit kendaraan akan meninggalkan Jakarta selama mudik Natal dan Tahun Baru," katanya.

Adapun puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada Rabu (1/1/2020).

Arus kendaraan diperkirakan dominan menuju arah selatan melintasi Tol Jakarta Cikampek dan Purbaleunyi.(plt)

tag: #liburan-natal  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Laporan Keuangan BI 2019 Raih Opini WTP dari BPK

Oleh windarto
pada hari Jumat, 29 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Bank Indonesia (BI) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019 dari Badan Pemeriksa Keuangan ...
Berita

Ingat, Pelonggaran PSBB Bisa Gagal Seperti di Korea Selatan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Korea Selatan yang dijadikan model penanganan virus  Corona ternyata menghadapi pandemi gelombang kedua. Situasi ini menjadi memprihatinkan karena ini menjadi bukti ...