Oleh Rihad pada hari Kamis, 12 Mar 2020 - 06:40:46 WIB
Bagikan Berita ini :

Kisah Petualangan Keris Diponegoro, Berbalut Emas Bergambar Naga

tscom_news_photo_1583970046.jpg
Keris Diponegoro (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) Setelah ratusan tahun berada di luar negeri, keris milik Pangeran Diponegoro akhirnya kembali ke Indonesia. Presiden Joko Widodo menyambut kembalinya keris milik Pangeran Diponegoro dari Raja dan Ratu Belanda yang tengah berkunjung ke Indonesia.

Pengembalian pusaka milik Pangeran Diponegoro itu dilakukan seiring dengan kunjungan kenegaraan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti ke Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020).

Setelah Presiden Jokowi dan Raja Willem Alexander melakukan pernyataan pers bersama, keduanya dengan didampingi oleh Ratu Belanda dan Ibu Negara Joko Widodo mendatangi sebuah display berupa keris yang ditempatkan dalam kotak kaca.

Keris itu bernama Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro sempat hilang ratusan tahun. Jika Anda percaya mistis, namanya saja menunjukan bahwa keris ini memang sulit dicari. Nogo artinya naga, atau ular naga makhluk khayalan yang menggambarkan kekuatan. Siluman dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah makhluk halus yang sering menampakkan diri sebagai manusia atau binatang. Jadi dari nama terlihat keris ini pada hakikatnya tak kelihatan kecuali ingin menampakkan diri. Dari namanya, keris ini dipercayai punya kesaktian.

Secara fisik, seperti digambarkan oleh Historia, keris Kiai Nogo Siluman berbahan dasar besi warna hitam dihiasi ukiran berwarna emas. Terdapat wujud naga yang tubuhnya memanjang di sekujur bilah keris. Tubuh naga ini dulunya dilapisi emas namun sekarang hanya beberapa sedikit emas yang tersisa.

Sementara itu, ada gambar naga yang membuat keris ini dinamai Kiai Nogo Siluman. Ukiran naga itu tersembunyi di bagian bawah bilah keris yang berdekatan dengan gagang keris.

Ketua Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada Sri Margana yang tergabung dalam tim ahli dari Indonesia bercerita bahwa keris itu dihadiahkan Kolonel Jan-Baptist Cleerens kepada Raja Willem I pada 1831. Keris itu kemudian disimpan di Koninklijk Kabinet van Zeldzaamheden (KKZ) atau koleksi khusus kabinet Kerajaan Belanda.

Setelah KKZ bubar, koleksinya tersebar ke sejumlah museum. Keris Diponegoro sempat berpindah-pindah tempat. Keris pernah dipamerkan di Philadelphia, Amerika Serikat, pada 1876. Hal ini tercatat dalam katalog pameran yang menyebutkan keris tersebut milik Pangeran Diponegoro.

“Kerisnya ada tapi catatannya hilang. Jadi bukan kerisnya yang hilang,” ujar Margana kepada Historia.

Kisah Pencarian

Tapi perjalanan hingga keris Diponegoro ditemukan sangat panjang. Ada berbagai versi tentang bagaimana keris itu dibawa ke Belanda. Sumber pertama yang mencatat tentang keris itu di Belanda dapat ditemukan pada surat tertanggal 11 Januari 1831. Surat ini dikirim Sekretaris Negara kepada Direktur Jenderal Departemen Pekerjaan Umum, Industri Nasional, dan Koloni. Saat itu Sekretaris Negara adalah pejabat rangking tertinggi dalam pemerintahan Belanda, yang bertindak sebagai perantara antara raja dan menteri/kementerian.

Atas nama Raja William I, Sekretaris Negara meminta saran tentang keris yang ditawarkan Cleerens. Direktur Jenderal membalas pada 17 Januari 1831 dalam sebuah surat langsung kepada raja, yang menyatakan tidak keberatan menerima keris itu. Raja menyarankan untuk menyerahkan keris itu ke KKZ. Pada 25 Januari 1831, Sekretaris Negara memberi tahu Direktur Jenderal tentang persetujuan raja dan memerintahkannya untuk menyerahkan keris itu kepada KKZ. Enam hari kemudian, 31 Januari 1831, keris itu dikirim ke direktur KKZ.

TapiKKZ dibubarkan pada 1883. Koleksinya diberikan kepada tujuh museum. Sejumlah keris dipindahkan ke Museum Volkenkunde. Sayangnya, informasi penting tentang koleksi keris itu hilang. Jadi, bukan kerisnya yang hilang. Sehingga arsip tidak menerangkan keris mana dari koleksi keris itu yang diserahkan ke Museum Volkenkunde adalah keris Kiai Nogo Siluman.

Setelah melalui penelitian panjang pada 1984, 2017-2018, dan 2019, akhirnya ditemukan bahwa keris bernomor koleksi RV-360-8084 adalah milik Pangeran Diponegoro dengan nama Kiai Nogo Siluman.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Lainnya
Ragam

Anggota Fraksi Gerindra Sambut Baik Diluncurkannya Warung Parlemen 

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Tuesday, 02 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Anggota Fraksi Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rahmat Muhajirin, mengapresiasi diluncurkannya program Warung Parlemen (Tserap Aspirasi) yang digagas media ...
Ragam

7 Hari Pasca Kerusuhan,  142.441 WNI di AS Aman

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kuasa Usaha Ad-Interim/Wakil Duta Besar RI untuk AS Iwan Freddy Hari Susanto mengatakan, seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman ...