Oleh Sahlan_ake pada hari Kamis, 12 Mar 2020 - 14:32:12 WIB
Bagikan Berita ini :

PPP: Jokowi Pantau Adanya Penolakan Omnibus Law

tscom_news_photo_1583998332.jpeg
Arsul Sani Sekjen PPP (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Sekertaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani memastikan bahwa Presiden RI Joko Widodo mengetahui secara persis terkait adanya penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang RUU Cipta Kerja atau yang lebih dikenal dengan Omnibus Law Ciptaker.

Hal itu dia pastikan setelah adanya pertemuan dengan Jokowi di Istana Negara untuk membahas Omnibus Law Ciptaker dan penanganan virus Corona atau Covid-19 dengan para pimpinan partai koalisi di Istana Negara pada Jumat pekan lalu.

Untuk itu, kata Arsul, Jokowi meminta agar partai koalisi melalui perpanjangan tangan di DPR RI untuk ikut menggandeng para pemangku kepentingan, baik itu buruh dan pengusaha untuk membahas melalui rapat dengar pendapat umum atau RDPU.

"Karena ini kan sebetulnya pemangku kepentingan langsungnya ini kan dua. Kelompok pengusaha dan kelompok pekerja. Itu yang diharapkan didorong untuk terus," katanya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Wakil Ketua MPR RI ini, Jokowi juga paham betul bahwa penolakan yang dilakukan oleh kaum buruh dan mahasiswa selama ini hanya pada kluster ketenagakerjaan, dan aturan terkait perizinan yang berdampak pada lingkungan hidup.

"Itu beliau (Jokowi) terangkan semua. Jadi artinya beliau mengikuti atau paling tidak mendapatkan informasi tentang itu," tekannya.

Namun demikian, lanjut Arsul pada kesempatan itu Jokowi tak hanya memberikan penjelasan terkait penolakan beberapa pasal di Omnibus Law Ciptaker.

Perlu diketahui, pada Jumat (6/3/2020) lalu, Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan para pimpinan partai koalisi di Istana Negara. Pertemuan tersebut membahas penanganan virusCoronahingga Omnibus Law Cipta Kerja. (Allan)

tag: #ppp  #jokowi  #omnibus-law  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

COVID 19 di DKI: Kasus Sembuh 26 Persen, Kematian Hanya 7 Persen

Oleh Rihad
pada hari Friday, 29 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Berdasarkan data dari Pemprov DKI untuk kasus positif COVID-19 hingga Jumat (29/5) adalah 7.053 orang (hari sebelumnya 6.929 orang), sedangkan pasien sembuh sebanyak 1.807 ...
Berita

Abu Janda Akhirnya di Polisikan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Permadi Arya alias Abu Janda diperiksa Bareskrim Mabes Polri sebagai saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial. Hal itu dikatakan Kabag Penum Polri ...