Oleh Rihad pada hari Kamis, 26 Mar 2020 - 16:14:02 WIB
Bagikan Berita ini :

Demi Kurangi Dampak Ekonomi Akibat Wabah Corona, YLKI Minta Tarif Listrik Diturunkan

tscom_news_photo_1585214042.jpg
Tulus Abadi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tak bisa dipungkiri, wabah Corona menghantam daya beli masyarakat. Masyarakat yang berpendapatan rendah dan berada di garis kemiskinan akan mengalami kesulitan besar untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Masyarakat miskin dan rentan miskin ini harus dibantu oleh pemerintah agar mereka tetap memiliki daya beli.

Terkait dengan hal itu, YLKI mengusulkan agar tarif listrik diturunkan, khususnya untuk golongan 900 VA. "Bahkan kalau perlu golongan 1.300 VA," kata Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI, Kamis (26/3/2020). Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang memiliki penghasilan harian sangat terganggu dengan adanya kebijakan social distancing yang sekarang dilaksanakan.

Saat ini struktur tarif berdasar keekonomiannya (non subsidi) berkisar Rp 1.352 per kWh. YLKI mengusulkan agar struktur tarif tersebut diturunkan minimal Rp 100 per kWh, selama 3-6 bulan ke depan, atau bergantung pada lamanya wabah.

Penurunan tarif listrik dinilai wajar karena harga minyak mentah di pasaran dunia saat ini sedang turun. "Saat ini momen untuk menurunkan tarif listrik tidak terlalu mengganggu Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik," katanya.

Diharapkan dengan penurunan struktur tarif tersebut, bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat rentan yang terdampak akibat wabah virus corona.

tag: #corona  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...