Oleh Aries Kelana pada hari Sabtu, 18 Apr 2020 - 12:37:31 WIB
Bagikan Berita ini :

Terpukul COVID-19, Industri Otomotif Amerika Cari Hutang Baru

tscom_news_photo_1587188251.jpg
kantor pusat Ford Motor (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Corona menghantam industri otomatif Amerika Serikat. Salah satunya, Ford Motor Co. Perusahaan itu mengundang para investor untuk membantu mengatasi kesulitan likuidtas yang dialami Ford.

Pada pertemuan yang digelar pada Jumat &17/4/2020), pihaknya memita investor untuk menalangi dana sebesar US$8 miliar agar bisa bernapas. Maklum akibat wabah COVID-19, penjualannya menyusut dan nilai kerugian pada kuartal pertama sudah menembus US$2 miliar.

Pemerintah AS sebenarnya sudah memeberikan kemudahan dengan menunda pembayaran utang. Namun itu saja belum cukup, sehingga harus mengundang investor.

Kesepakatan hari ini adalah tanda yang baik dari kepercayaan yang tumbuh di sekitar latar belakang pasar yang membaik sehubungan dengan likuiditas serta pandangan yang lebih menjanjikan tentang prospek ekonomi," kata Dan Mead, kepala sindikat tingkat investasi di Bank of America Securities, yang merupakan salah satu dari bank-bank utama yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Ada tiga paket utang yang ditawarkan Ford, yaitu: Ford akan membayar bunga investor antara 8,50% dan 9,625% pada efek hutang baru.

Ada sekitar US$40 miliar permintaan dari investor di ketiga paket utang.

Ford sebelumnya telah menarik lebih dari US$ 15 miliar agar bisa keluar dari pandemi dengan berbagai cara, salah satunya menutup pabrik-pabrik Amerika Utara dan Eropa selama sebulan terakhir.

Penjualan kendaraan Ford ke dealer turun 21% di kuartal pertama, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hanya perusahaan patungan Ford di Cina, tempat wabah COVID bermula, sudah mulai memproduksi lagi kendaraannya.

Yang bernasib mengenaskan tak cuma Ford. General Motors (GM) juga mengalami hal itu. Perusahaan itu mengungkapkan dalam pengajuan peraturan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian kredit bergulir 364 hari sebesar $ 1,95 miliar. GM juga menangguhkan pembagian deviden.

tag: #covid  #general-motors  #amerika-serikat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...