Oleh Aries Kelana pada hari Rabu, 06 Mei 2020 - 17:26:35 WIB
Bagikan Berita ini :

Pendiri Workspace Ini Gugat SoftBank, Kenapa?

tscom_news_photo_1588760795.jpg
WeWork (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Softbank Group, salah satu investor Grab dan Gojek asal Jepang tersandung masalah. Salah satu pendiri WeWork – startup pengelola workingspace – Adam Neumann menggugat Softbak dan Visi Fund. WeWork juga punya jaringandi Jakarta.

Pasalnya SoftBank menghentikan penawaran tender senilai US$3 miliar kepada WeWork. Pasalnya, gara-gara COVID-19, bisnisnya hancur dan banyak penyewa yang mundur. Tentu ini tidak menarik investor untuk menanamkan modalnya.

"Pelanggaran yang dilakukan oleh (SoftBank) dan SBVF (SoftBank Vision Fund) begitu serius sehingga mereka telah mendorong tindakan hukum oleh komite khusus dewan WeWork," kata gugatan yang diajukan di Pengadilan Delaware, Amerika Serikat.

Seperti dilansir reuters.com (5/5/2020), Pada bulan April 2020, SoftBank menarik diri dari penawaran tender karena beberapa pra-kondisi belum terpenuhi. Karuan, para pemegang saham We Work frustrasi dan kecewa karena tak dapat dana segar. Salah satu investornya adalah Adam Neumann.

Komite khusus independen, yang terdiri dari Bruce Dunlevie - mitra ]pemegang saham WeWork, Benchmark Capital, dan Lew Frankfort - juga telah mengajukan tuntutan hukum, menyebut keputusan SoftBank untuk menghentikan penawaran tender secara salah.

Namun, pengacara SoftBank mempertanyakan hak komite khusus untuk mewakili pemegang saham minoritas.

tag: #investasi-asing  #jepang  #gojek  #grab  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Bisnis

Sri Mulyani Sebut Indonesia Resesi, Indef : Yang Terpenting Pemerintah Siapkan Antisipasinya

Oleh Givary Apriman
pada hari Rabu, 23 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan bahwa Indonesia akan masuk ke jurang resesi pada akhir September 2020 sebenarnya tidak terlalu penting dan sejumlah indikator data ...
Bisnis

Baru Jadi Nasabah BNI Life 10 Bulan, Ahli Waris Menerima UP Rp1.050.000.000

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - PT BNI Life Insurance membayarkan uang pertanggungan nasabah meninggal dunia sebesar Satu Miliar Lima Puluh Juta Rupiah. Almarhum Mulyadi telah menjadi nasabah setia BNI ...