Oleh Aries Kelana pada hari Senin, 18 Mei 2020 - 22:43:09 WIB
Bagikan Berita ini :

Gegara Pernyataan Soal Penanganan COVID-19, Cina Terus Menekan Ekonomi Australia

tscom_news_photo_1589816589.jpg
Pertanian gandum Australia (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Tekanan Cina terhadap perekonomian Australia terus bertambah. Setelah sebelumnya menunda impor daging sapi Australia dan menutup industri pariwisata buat Australia, Cina mengenakan kebijakan anti dumping dan anti subsidi seebsar 80,5% terhadap produk gandum Australia.

Itu terungkap dari pernyataan Kementerian Perdagangan Cina yang menyebut telah mengkonfirmasi adanya dumping oleh Australia yang membuat industri dalam negeri Cina hancur. Itu setelah Cina melakukan penyelidikan yang dimulai pada 2018.

Kementerian Cina mengatakan, bea masuk sebesar 73,6% akan dikenakan pada semua perusahaan asal Australia. Itu termasuk empat eksportir bernama, The Iluka Trust, Calgan Nominees, JW&JI Mcdonald & Sons dan Haycroft Enterprises, serta tugas anti-subsidi sebesar 6,9%.

Australia adalah pemasok gandum terbesar ke Cina, mengekspor sekitar A$ 1,5 miliar (US $ 980 juta) pada 2018 meningkat menjadi A$ 2 miliar.

Terhadap kebijakan Cina itu, Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan keputusan China sangat mengecewakan.

"Kami menolak dasar keputusan ini dan akan menilai rincian temuan sementara kami mempertimbangkan langkah selanjutnya," kata Birmingham. "Kami berhak untuk mengajukan banding atas masalah ini lebih lanjut."

Menurut sumber pemerintah Australia mengatakan bahwa ekspor gandum sulit mencari penggantinya setelah Cina mengenakan kebijakan itu. "Memang bisa dijual ke Arab Saudi, tapi tak mendapat diskon besar bila dijual ke Cina,” ujar sumber tadi.

Sedangkan Cina bisa memperolehnya dari beberapa negara Eropa, meskipun jumlahnya lebih kecil.

Selain soal COVID-19, Cina sebelumnya juga berang atas tindakan Australia. Hubungan Australia dengan Beijing memburuk pada tahun 2018 ketika ia melarang Huawei dari jaringan broadband 5G-nya yang baru lahir, sementara ketegangan meningkat dengan kekhawatiran di Canberra atas upaya Cina untuk mengamankan pengaruh yang lebih besar di Pasifik.

tag: #australia  #cina  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Bisnis

India Kembali Impor Kelapa Sawit Dari Malaysia

Oleh Aries Kelana
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Setelah sempat terjadi ketegangan dalam perdagangannya dengan Malaysia selama 4 bulan, India kembali membeli kelapa sawit dari Malaysia. India bersedia membeli ...
Bisnis

HIPPI Jakarta Apresiasi Komitmen Menteri BUMN Memberdayakan UMKM

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Terobosan Menteri BUMN yang akan menggandeng pelaku usaha UMKM untuk menggarap berbagai proyek Pemerintah dan swasta dalam negeri patut diapresiasi. "Ini merupakan ...