Oleh Alfin Pulungan pada hari Selasa, 19 Mei 2020 - 11:35:34 WIB
Bagikan Berita ini :

Jokowi Perintahkan Kementerian Perbaiki Data Penerima Bansos, PKS: Selama ini Ke Mana Saja?

tscom_news_photo_1589862655.jpg
Presiden Joko Widodo (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya di Kementerian Sosial dan Kementerian Desa terkait untuk segera melakukan sinkronisasi atau perbaikan data penerima bantuan sosial tunai dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang dimiliki pemerintah pusat hingga data yang terdapat pada tingkat RT/RW.

Jokowi berujar,bahwa pelaksanaan sinkronisasi data penerima bansos ini harus dilakukan transparan agar seluruh pihak dapat ikut mengawasi.“Dengan begitu masyarakat yang menunggu bantuan itu benar-benar bisa segera mendapatkan,” kata Jokowi dalam rapat terbatas via telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/5).

Dalam rapat bertema “Penyederhanaan Prosedur Bantuan Sosial Tunai dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa” itu, Jokowi mengungkapkan salah satu kendala lain mengapa bansos sering bermasalah adalah prosedur penyaluran yang berbelit-belit.

Padahal, kata dia, di tengah pandemi saat ini masyarakat amat membutuhkan segera penyaluran bansos. Sebab itu, Jokowi meminta jajarannya untuk mempercepat penyaluran seluruh bansos tunai dan BLT dari Dana Desa.

Hak yang sama juga ia minta kepada pemerintah daerah, agar dalam penyaluran bansos dilakukan secara sederhana. "Situasinya adalah situasi yang tidak normal yang bersifat extraordinary (luar biasa). Sekali lagi ini butuh kecepatan," ucapnya.


TEROPONG JUGA:

> Silang Sengkarut Data Penerima Bansos; yang Kaya Cair, yang Miskin Getir

> Bansos Salah Sasaran, Siapa Salah?


Anggota Komisi Sosial (Komisi VIII) DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Bukhori Yusuf menyayangkan langkah pemerintah yang baru kali ini bergerak memperbaiki data penerima bansos. Padahal, karut marut data penerima manfaat bagi mereka yang terdampak pagebluk sudah sejak lama terjadi.

Di Jabodetabek sendiri, diketahui data bansos begitu liar. Bahkan ada warga yang tergolong mampu dan memiliki mobil namun menjadi target penerima bantuan dari pemerintah. Akibat sengkarut data, penyaluran bansos pun hanya bersifat parsial dan cenderung tidak tepat sasaran.

"Ini menunjukkan pemerintah memang galau, jadi selama ini ke mana? Saya berpendapat bahwa Presiden sering melakukan banyak hal yang spektakuler tetapi tidak dihitung segala sisinya dengan baik," kata Bukhori saat dihubungi, Selasa (19/5).

tag: #bansos  #jokowi  #kementerian-sosial  #pks  #bukhori-yusuf  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Dapat Nomor Urut 3 Di Pilbup Indramayu, Daniel Sebut Sesuai Dengan Kampanyenya Di Masa Pandemi

Oleh Givary Apriman
pada hari Jumat, 25 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Calon Bupati Indramayu nomor urut 3 Daniel Mutaqien mengatakan kalau nomor urut 3 sangat sesuai untuk kampanye di tengah pandemi. Daniel menyebutkan kalau makna nomor ...
Berita

DPRD Jabar Minta Gubernur Fokus Pemulihan Ekonomi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) meminta kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil agar fokus terhadap pemulihan ekonomi pasca pandemi corona virus desease ...