Oleh Givary Apriman pada hari Selasa, 19 Mei 2020 - 19:07:46 WIB
Bagikan Berita ini :

Soal Pelonggaran PSBB, JK : Korban Materi Mungkin Bisa Diganti, Kalau Korban Jiwa?

tscom_news_photo_1589890066.jpg
Jusuf Kalla (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mantan Wakil Presiden di Periode Pertama pemerintahan Jokowi, Jusuf Kalla turut menanggapi rencana pemerintah untuk pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

JK menegaskan bahwa penularan dari virus corona memiliki pola yang begitu cepat dan dapat terjadi karena adanya interkasi antar manusia.

Maka dari itu, Jusuf Kalla mewanti-wanti kepada pemerintah agar pelonggaran PSBB tidak untuk dicoba-coba.

"Boleh saja (dilakukan pelonggaran PSBB) tapi korbannya banyak, kematian lagi. Kalau korban materi mungkin bisa diganti. Kalau kematian jiwa bagaimana? Jadi jangan coba-coba. Karena korbannya banyak, pasti," tegas JK melalui acara diskusi daring yang digelar Universitas Indonesia (UI), Selasa (19/05/2020).

Politisi senior asal Sulawesi Selatan ini memberikan contoh pada salah satu negara yang menangani pandemi corona tanpa menerapkan pembatasan sosial atau lockdown.

"Apa yang dilakukan Swedia misalnya. Dia tidak melakukan lockdown, tingkat kematian Swedia 5 kali lipat dibanding negara lain disekitarnya," tandasnya.

JK menilai kalau penerapan kebijakan yang diterapkan di Swedia adalah herd immunity atau upaya menghentikan laju penyebaran virus dengan cara membiarkan imunitas alami tubuh.

Menurutnya, rencana yang akan dilakukan pemerintah Indonesia mirip dengan cara yang dilakukan Negara Swedia sehingga JK menolak untuk pelonggaran PSBB.

"Korbannya pasti banyak akibat ingin mencoba herd immunity itu. Apakah kita mau memilih itu? Jangan. Negara apa yang mau seperti itu. Dan itu tidak dianjurkan oleh WHO atau lembaga apapun. Itu hanya coba-coba," pungkasnya.

tag: #jusuf-kalla  #psbb  #corona  #jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Berita

Renovasi TIM dan Upaya Menutup Ruang Publik

Oleh Muslim Arbi Aktivis Demokrasi
pada hari Selasa, 07 Jul 2020
Taman Ismail Marzuki (TIM) adalah Taman Budaya, Taman Peradaban, Taman Kesusasteraan, Taman Kumpul Para Aktivis. Di sana ada Akademi Seni, ada planetarium, Ruang Orasi, Ruang HB Yassin, Masjid Amir ...
Berita

Soal Kalung Antivirus Corona, DPR Minta Kementan Lakukan Penelitian Mendalam

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Daulay mengatakan kalau kementerian pertanian perlu untuk melakukan penelitian lanjutan terkait dengan kalung antivirus corona yang hendak ...