Berita
Oleh Rihad pada hari Thursday, 21 Mei 2020 - 07:31:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Dilema, 81 Persen Warga Ingin Akhiri PSBB, Tapi Penyebaran COVID 19 Masih Tinggi

tscom_news_photo_1590014492.jpg
Doni Monardo (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) Tampaknya, masyarakat sebagian besar sudah mulai bosan di rumah. Terbukti ada kecenderungan mereka ingin mengakhiri pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan bahwa banyak masyarakat ingin PSBB diakhiri.

“Bahkan data yang disampaikan salah satu kementerian dan lembaga yang tadi melapor kepada Bapak Presiden, 81% masyarakat kita ingin segera mengakhiri PSBB,” ujarnya Rabu (20/5/2020).

Namun, keinginan tersebut masih sulit dipenuhi. "Apabila masyarakat masih belum patuh. Sekali lagi, tingkat kepatuhan penting sekali,” tuturnya.

“Kami juga prihatin, karena ada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Seperti diketahui, justru terjadi penambahan jumlah orang yang terpapar Corona. Pada 20 Mei 2020 pukul 12.00 WIB mengalami penambahan sebanyak 693 pasien positif dari hari sebelumnya. Penambahan kasus ini paling tertinggi sejak pertama kali diumumkan pemerintah pada 2 Maret lalu.

Sehingga, jumlah positif corona sebanyak 19.189 orang, sembuh 4.575 orang dan 1.242 meninggal dunia. "Konfirmasi kasus hari ini meningkat menjadi 693 orang, sehingga total menjadi 19.189 orang," ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Yuri mengatakan, kasus sembuh bertambah 108 orang sehingga akumulasinya menjadi 4.575 orang. Sementara itu, kasus meninggal bertambah 21 orang sehingga akumulasinya menjadi 1.242 orang.

Saat ini, kata Yuri, kasus positif tersebar di 391 kabupaten/kota seluruh provinsi di Tanah Air. Yuri juga menjelaskan, hingga saat ini jumlah spesimen yang telah diperiksa dengan menggunakan dua metode Real Time PCR dan tes cepat molekuler dengan menggunakan mesin TCM TB adalah 211.883 spesimen. "Termasuk diantaranya yang kita periksa dengan Real Time PCR atau mesin TCM cepat molekuler," kata Yuri.

Selain itu, kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 44.703 orang. Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 11.705 orang.

"Ini memberikan gambaran kepada kita bahwa upaya melindungi diri masih belum berjalan dengan baik. Masih kita lihat banyak yang mengabaikan protokol kesehatan mengabaikan tidak menggunakan masker, mengabaikan tidak menjaga jarak, kemudian menghindari kerumunan," jelas Yuri.

tag: #corona  #covid-19  #psbb  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Dua Pegawai KAI yang Jujur Terima Hadiah Ponsel, Pulsa dan Sederet Asuransi

Oleh Rihad
pada hari Senin, 13 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Menteri BUMN Erick Thohir memberikan apresiasi kepada dua petugas KRL karena bersikap jujur usai menemukan Rp 500 juta di kereta, Senin (13/7). Mereka adalah petugas ...
Berita

Kuasa Hukum Heru Hidayat Tegaskan Akan Terus Kejar Keterangan Dirut Jiwasraya, Kenapa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Penasihat Hukum Heru Hidayat, Aldres Napitupulu mengatakan, dalam sidang lanjutan perkara Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (13/07), peran Direktur Utama PT Asuransi ...