Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 21 Mei 2020 - 15:12:08 WIB
Bagikan Berita ini :

Marak Pelanggaran PSBB, Bamsoet: Tindak Tegas

tscom_news_photo_1590048728.jpg
Bamsoet Ketua MPR (Sumber foto : Dokumen)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua MPR RI Bambang Soesatyo prihatin dengan maraknya pelanggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah kota. Setiap pemerintah daerah seharusnya mengawal dengan ketat penerapan PSBB.

"PSBB adalah kebijakan sementara yang bertujuan melindungi masyarakat selama pandemi Covid-19. Namun, dalam praktiknya akhir-akhir ini, terjadi banyak pelanggaran atas ketentuan PSBB. Sehingga, tujuan penerapan PSBB bisa tidak maksimal," ujar Bamsoet di Jakarta, Kamis (21/5/20).

Mantan Ketua DPR RI ini mencontohkan, gambaran tentang pelanggaran PSBB nyata-nyata terjadi pada kerumunan calon penumpang di Bandara, serbuan warga ke pusat-pusat belanja seperti di pasar Tanah Abang, hingga kerumunan warga di sore hari jelang buka puasa. Tanpa masker dan berdesakan.

"Hal itu sangat berisiko di tengah pandemi Covid-19. Jika tidak dikendalikan, maka bisa menjadi awal dari gelombang kedua penularan Covid-19. Tentu saja semua kemungkinan buruk itu harus dicegah," tegas Bamsoet.

Mantan Ketua DPR ini berharap laju pertumbuhan penderita Covid-19 dapat segera menurun. Jika grafik penderita Covid-19 sudah menurun, semua pemerintah daerah yang menerapkan PSBB baru layak mempertimbangkan pelonggaran atas ketentuan PSBB.

"Namun, pelonggaran PSBB harus tetap berpijak pada protokol kesehatan Pandemi Covid-19. Seperti kewajiban jaga jarak, penggunaan masker dan cuci tangan. Siapa pun yang melanggar protokol kesehatan harus ditindak saat pelonggaran PSBB mulai diterapkan," pungkas Bamsoet.

tag: #mpr  #psbb  #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Berita

Bupati Kutai Timur Beserta Istri Jadi Tersangka Suap

Oleh Rihad
pada hari Jumat, 03 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kutai Timur Ismunandar dan istrinya, Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur Encek Unguria, sebagai tersangka dugaan ...
Berita

Bogor Izinkan Pesantren di 40 Kecamatan Mulai Belajar Lagi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat kembali membolehkan Pondok Pesantren di 40 kecamatan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). "Aktivitas sekolah dan ...