Oleh Rihad pada hari Minggu, 31 Mei 2020 - 16:03:26 WIB
Bagikan Berita ini :

Kiat Bisnis di Era New Normal

tscom_news_photo_1590915806.jpg
Rhenal Kasali (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pengusaha menghadapi kondisi sangat berbeda ketika pandemi COVID-19 merebak. Lumpuhnya aktivitas perekonomian karena adanya pembatasan, jadi salah satu pemicu perusahaan gulung tikar.

Kini, pemerintah berencana mengganti kebijakan PSBB itu dengan new normal. Keputusan tersebut memungkinkan dunia usaha bisa kembali beroperasi. Apa yang harus dilakukan setelah masuk new normal?

Pakar ekonomi dan manajemen, Rhenald Kasali menyatakan pengusaha harus merefleksi apa saja masalah yang dialami perusahaan selama masa penanganan virus corona. Seperti diketahui pada masa pandemik Corona berlangsung banyak perusahaan menghadapi situasi yang sangat jauh berbeda dengan sebelumnya. Misalnya tokonya harus tertutup dan mengandalkan online. Masalahnya siapkah perusahaan penjual produk atau jasanya dengan online?

"Semua perusahaan setelah lebaran ini kita semua harus melakukan refleksi, samakan dulu pendapat. Kita harus bertanya bagaimana Anda bekerja, bagaimana mengembangkan bisnis," ujar Rhenald dalam seminar online, Sabtu (30/5).

Setelah melakukan refleksi, ia menyarankan agar pengusaha mampu menentukan apakah usaha yang dijalankan masih memiliki peluang atau banting setir ke usaha lain. Bisnis pariwisata adalah salah satu yang paling terpukul dengan adanya korona ini. Sementara bisnis kesehatan sangat diminati seperti yang terlihat pada nilai saham di bursa efek.

"Selama pandemi ada usaha yang benar-benar terpuruk serta di sisi lain ada yang justru mengalami peningkatan," katanya.

Kalau bisnis lama mau dijalankan lagi tetap harus dengan perbaikan mindset pegawai. "Kalau renewing dan reinventing, anda harus mempercepat proses dan mengembangkan future of work," jelasnya.

Perusahaan harus menggunakan teknologi untuk diadopsi new normal, yakni memanfaatkan teknologi digital. Kebijakan bekerja dari rumah telah mengubah kebiasaan konsumen dari konvensional menjadi online. "Pandemi ini mempercepat digital technology, jadi yang bikin UMKM itu terpuruk bukan COVID-19 tapi tak memanfaatkan teknologi. Jangan nanti kita menyalahkan gara-gara COVID-19, tapi karena kita bertarung dengan pelaku usaha global dan ketinggalan teknologi," katanya.

tag: #usaha  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Bisnis

Tanggapi Keluhan Denny Siregar, Telkomsel Pastikan Perlindungan Data Pelanggan Jadi Prioritas

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 07 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Telkomsel tetap memprioritaskan perlindungan data pelanggan sebagai prioritas paling utama anak usaha dari Telkom Indonesia tersebut. "Bagi Telkomsel, perlindungan ...
Bisnis

Perumda Sarana Jaya Gandeng BTN untuk Penuhi Kebutuhan Hunian di Jakarta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sarana Jaya menggandeng PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang dituangkan dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MOU) untuk ...