Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 21 Jun 2020 - 15:27:59 WIB
Bagikan Berita ini :

Belum Dibayar, Pengusaha Beras Sesalkan Ada Oknum di Bansos Sembako

tscom_news_photo_1592728079.jpeg
Pengusaha Beras (Sumber foto : Ilustrasi)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat berupa paket untuk keluarga yang terdampak virus Covid-19 di wilayah Jabodetabek menyisakan persoalan. Program Kementerian Sosial yang mulai dibagikan April lalu itu dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

Wakil Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Jakarta, Billy Haryanto menyesalkan ada oknum yang memanfaatkan program bansos sembako ini.

"Dia membeli beras dari pengusaha beras tapi hingga kini belum dibayar. Alasannya macam-macam, sampai bilang belum dibayar pemerintah," kata Billy pada Sabtu, (20/6/2020).

Padahal, kata dia, jika oknum itu belum bayar, pengusaha beras kelimpungan lantaran tidak kesulitan membeli beras dari petani. Siapa oknum itu? Billy enggan menyebutkannya.

“Yang jelas saya tahu namanya. Kalau enggak beres, saya gigit. Saya akan lapor polisi," kata Billy.

Sebetulnya, kata dia, pengusaha beras sangat bersyukur dengan program bansos sembako karena membantu pengusaha di tengah gonjang-ganjing ekonomi karena efek corona. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan manfaat dari program itu. "Program itu menyerap stok beras anggota Perpadi," kata dia.

Menurut Billy, kebijakan Presiden Jokowi yang memberikan bansos sembako di tengah pandemi corona sudah tepat. "Masyarakat butuhnya kebutuhan pokok agar bisa makan," kata dia.

Karenanya, ia dan pengusaha beras mendukung program itu agar sukses. "Rupanya ada oknum yang bikin masalah. Saya akan bawa persoalan ini ke hukum jika tidak asa itikad baik," kata pengusaha beras yang hobi badminton itu.

Pendapat senada disampaikan Hidayat, pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

Menurutnya, banyak pedagang beras mulai mengandalkan penjualan bansos untuk menjaga omzet mereka.

Selain pemerintah pusat, pedagang PIBC juga bermitra dengan PD Pasar Jaya selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan beras bansos ini.

Sejumlah perusahaan, jelas Hidayat, datang ke PIBC dan menawarkan untuk memasok bansos kepada para pedagang.

Hanya saja, Hidayat menjelaskan, pedagang harus berhati-hati karena kini ramai penipuan oknum yang datang menawarkan kerjasama beras bansos tapi dengan nama pribadi, bukan instansi. Alhasil, pedagang berisiko mengalami kerugian seperti penundaan pembayaran.

Risiko ini jelas dikhawatirkan oleh pedagang karena para pedagang tak harus memutar kembali uang hasil penjualan beras bansos

"Kami harus pintar-pintar mencari mitra agar beras bansos ini bisa terjual," tandasnya.

Program bansos sembako untuk wilayah Jabodetabek mulai disalurkan pada April lalu. Program pemerintah itu menyasar lebih dari 5 juta warga jabodetabek yang terdampak covid. Program berjalan selama 3 bulan.

tag: #sembako  #bansos  #dki-jakarta  #jokowi  #perppu-covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 SOKSI
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Arsul Sani
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Syaifullah Tamliha
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita
Kasus Jiwasraya

Mengaku Tak Pernah di BAP, Pengacara Benny Tjokro Protes Terhadap Saksi yang Dihadirkan JPU

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 15 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tim Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Jiwasraya Benny Tjokro menyampaikan protes terhadap seorang saksi yang mengaku tidak pernah diperiksa dan dibuat Berita Acara Pemeriksaan ...
Berita

PKS: Belanja APBN 2021 Harus Efektif Usai Terdampak Resesi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi Keuangan (Komisi XI) DPR, Ecky Awal Mucharam, menilai rancangan RUU APBN Tahun 2021 yang dibacakan oleh Presiden dalam sidang tahunan MPR kemarin (14/8) ...