Berita
Oleh Givary Apriman pada hari Senin, 29 Jun 2020 - 06:42:16 WIB
Bagikan Berita ini :

Natalius Pigai Sebut BPIP Adalah Pelaku Makar Pancasila

tscom_news_photo_1593367357.jpg
Natalius Pigai (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wacana Penguatan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Rancangan Undang-undang Tentang Haluan Ideologi Negara dikritik sejumlah kalangan.

Aktivis HAM asal Papua Natalius Pigai termasuk yang mengkritik BPIP ditambah dengan RUU HIP, hanya menambah kegaduhan dimasyarakat.

Pigai bahkan dengan lantang mengatakan kalau kehadiran BPIP merupakan hasil dari pembagian kue kekuasan pemerintahan Jokowi.

Menurutnya, sebelum BPIP dibentuk Pemerintahan Jokowi sudah membagi kue kekuasaan kepada kroni kroninya.

"Sebelum BPIP itu lahir, berdasarkan data yang saya miliki ada 2.200 lebih jabatan yang Jokowi bisa bagi-bagi kue kekuasan ke kroni-kroninya," kata Pigai melalui cuitan di akun Twitter miliknya, Minggu (28//06/2020).

Pigai juga menuturkan kalau jabatan yang diberikan pada kroni kroninya merupakan orang yang kurang kompoten maka dibuatlah lembaga lembaga baru.

"Karena mereka bodoh dan tidak profesional, maka lembaga-lembaga baru dibuat-buat," tuturnya.

Pigai menilai kalau mereka yang berada di BPIP adalah orang-orang bermasalah, dan dirinya pun mendukung agar lembaga ini dibubarkan.

"Lebih parah lagi BPIP diisi oleh orang-orang pelaku makar terhadap Pancasila," tandasnya

tag: #natalius-pigai  #bpip  #ruu-hip  #jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar Jazuli Juwaini Dukung Penuh Langkah Tegas Presiden Prabowo, Kedaulatan NKRI Tak Boleh Digadaikan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 07 Nov 2026
JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, MM menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil langkah tegas untuk menjaga ...
Berita

Ketua Dewan Etik PERKI Sampaikan Hak Jawab atas Pemberitaan Kasus dr. Dasaad

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Dewan Etik Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr. Muhammad Munawar, membantah tudingan rekayasa pengaduan terhadap enam pasien serta ...