Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 06 Jul 2020 - 15:39:49 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat: Golkar Kota Bekasi Bakal Stagnan Jika Tak Ada Regenerasi

tscom_news_photo_1594024789.jpg
Rahmat Effendi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Perolehan suara Partai Golkar Kota Bekasi diperkirakan akan stagnan jika dalam Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi memilih kembali Rahmat Effendi sebagai ketua DPD Golkar Kota Bekasi.

“Golkar Kota Bekasi harus mampu melakukan penyegaran, baik personal maupun cara berfikir, agar perolehan suara lebih baik dari pileg 2019 dan tidak stagnan. Penurunan perolehan suara di pileg 2019 harus menjadi peringatan untuk memberikan kesempatan kader muda memimpin,” kata pengamat politik Muhtar Sadili, Senin (6/7/2020).

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyarankan, Rahmat Effendi cukuplah menjadi tokoh senior bagi Kader Golkar Kota Bekasi, dan meninggalkan citra yang baik sebagai walikota Bekasi.

Dalam tubuh partai, jelasnya, harus ada regenerasi yang matang agar estafet kepemimpinan Golkar terjadi. Golkar adalah partai yang bisa bertahan karena rekruitmen kepemimpinannya demokratis.

"Jika partai disandera oleh satu tokoh maka Golkar akan kembali ke zaman batu, yang kemungkinan menebarkan batu kerikil yang menghambat motor pergerakan partai. Ini harus dipikirkan matang-matang oleh setiap kader Golkar di daerah," pintanya.

Muhtar mengingatkan pengalaman Golkar meraih suara terbesar 2004 karena kepemimpinan segar sesuai mekanisme pengkaderan, padahal waktu itu Golkar baru lepas dari jerat intimidasu pasca rontoknya rezim orde baru.

"Jangan mencoba lagu lama yang tidak enak didengar, modernisasi partai politik sudah niscaya. Politik kartel sudah saatnya disimpan di karpet merah, jangan sampai putus asa pada pembaharuan regenerasi kepemimpinan," pungkasnya.

tag: #partai-golkar  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement