Oleh Alfin Pulungan pada hari Kamis, 30 Jul 2020 - 14:22:23 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemerintah Ingin Sulsel Jadi Lokomotif Ternak Sapi-Kerbau Nasional

tscom_news_photo_1596092556.jpg
Ilustrasi peternakan sapi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi lokomotif dalam produksi sapi dan kerbau dalam negeri. Pasalnya, ternak sapi dan kerbau di kawasan ini memiliki kualitas yang sangat baik, sehingga menjadi sumber penyediaan pangan hewani bagi masyarakat Indonesia.

Yasin menuturkan, saat ini adalah momentum yang tepat untuk membangun peternakan nasional menjadi lebih efektif dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Panen pedet ini memberikan sebuah keyakinan pada kita bahwa kepala daerah di bawah pimpinan Gubernur Sulawesi Selatan telah mendorong peternakan yang bagus dan berakselerasi cukup baik," kata Yasin saat menghadiri Panen Pedet di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dikutip dari siaran pers Kementan, Kamis, (30/7).

Menurut Yasin, sejak dulu Sapi di Kabupaten Sinjai dikenal memiliki kualitas yang baik dan tidak kalah dengan sapi dari luar negeri. Untul itu, ia meminta kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) untuk membantu pengindustriannya.

Syahrul Yasin Limpo (tengah)


Selama tiga setengah tahun yang lalu (2017-2020), pemerintah berhasil melakukan perkawinan buatan pada ternak sapi dan kerbau sebanyak 13.868.641 akseptor dan telah menghasilkan anak dari hasil perkawinan IB sebanyak 6.133.896 ekor.

Tercatat sampai dengan 27 Juli 2020 Tahun 2020 secara Nasional, program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) telah melakukan IB sebanyak 2.318.136 Akseptor, Bunting 1.359.094 ekor dan kelahiran sebanyak 1.394.446 ekor.

"Dengan keberhasilan tersebut terjadi lompatan populasi sapi/kerbau yang cukup signifikan selama 5 tahun terakhir yaitu sebesar 3,37 juta ekor, sehingga populasi saat ini berjumlah 18,82 juta ekor," jelas Yasin.

Ia mengimbuhkan, pihaknya memberikan bantuan untuk mendorong laju pertumbuhan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di Sulawesi Selatan. Bantuan itu meliputi sapi potong 120 ekor, Kambing/domba 675 ekor, Babi 100 ekor, dan Ayam lokal 4.500 ekor.

"Saya berharap bantuan ini bisa mendorong perkembangan peternakan di Sulawesi Selatan dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani menjadi pendorong semangat bagi kita semua untuk berupaya mewujudkan swasembada protein hewani," pungkasnya.

tag: #kementerian-pertanian  #peternakan  #ternak-sapi-kerbau  #syahrul-yasin-limpo  #sulawesi-selatan  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement