Oleh Givary Apriman pada hari Kamis, 06 Agu 2020 - 10:29:58 WIB
Bagikan Berita ini :

PDIP Sebut Kebijakan Pemerintah Untuk Tangani Corona Buat Rakyat Bingung

tscom_news_photo_1596683602.JPG
Politisi PDIP Johan Budi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Politisi PDI Perjuangan, Johan Budi Sapto Pribowo, mengkritik gaya komunikasi pemerintah di masa pandemi Covid-19.

Johan mengatakan kalau pola komunikasi pemerintah justru tidak satu kesatuan, sehingga menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Kerap kali pejabat satu dengan pejabat lainnya menyampaikan pernyataan berbeda atas satu kasus dan mereka sama-sama mengatasnamakan pemerintah.

“Ini yang membuat masyarakat jadi bingung dengan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Johan dalam sebuah acara diskusi daring di Jakarta, Rabu (05/08/2020).

Anggota Komisi II DPR RI tersebut menuturkan bahwa seharusnya pemerintah memperhatikan kepercayaan masyarakat melalui pola komunikasi yang baik dan utamakan kekompakan.

Menurutnya, sebaik apapun strategi dan pola komunikasi pemerintah dalam menangani pandemi corona tidak akan membuat masyarakat percaya kalau tidak ada satu-kesatuan.

Johan memberikan contoh konsep normal baru yang digagas pemerintah dan strategi tersebut hingga saat ini masih menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat.

Dalam pandangannya, new normal tidak hanya sekedar memakai masker dan cuci tangan, tapi memiliki ragam konsekuensi yang belum dipahami masyarakat.

“Orang tentu tidak akan mematuhi kalau dia sehari-hari memang harus keluar rumah untuk kebutuhan ekonominya,” tuturnya.

Johan menilai pola komunikasi oleh pemerintah bakal berhasil jika adaptasi dari masyarakat dan sinkronisasi yang baik antarpemerintah.

Namun, sejauh ini kata Johan kalau hal tersebut justru tidak terjadi bahkan malah timbul rasa tidak percaya masyarakat kepada pemerintah.

“Sekarang kita tanya, masyarakat percaya enggak dengan pemerintah dalam konteks atas pandemi, di awal-awal saya malah agak aneh kalau Pak Yuri (Achmad Yurianto) yang jubir Covid-19 itu mengakui bahwa pemerintah salah dalam sebut new normal,” pungkasnya.

tag: #pdip  #corona  #dpr  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
TStrending
#1
Editorial

Musyawarah Mufakat, Aklamasi, Atau Voting

Oleh
pada hari Selasa, 02 Des 2014
DALAM setiap majelis atau perjamuan besar, pasti ada persoalan bersama yang dibahas. Dan, nantinya akan menjadi sebuah ketetapan bersama. Persoalan bersama itu antara lain membahas program kerja, ...
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Konsisten Beri Dampak Sosial Lewat Pengembangan Komunitas, Smartfren Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2020

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 22 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Konsistensi Smartfren, melalui Smartfren Community, dalam mengembangkan komunitas sebagai wadah pendukung kegiatan ekonomi, edukasi dan sosial masyarakat dinobatkan ...
Berita

Ada Eks Napi Korupsi Di Timses, Demokrat Sindir Bobby Nasution

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Partai Demokrat mencibir bakal calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang merekrut mantan narapidana korupsi, Abdillah, ke dalam tim pemenangan.  Wasekjen Partai ...