Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 06 Agu 2020 - 20:09:56 WIB
Bagikan Berita ini :

HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas

tscom_news_photo_1596719396.jpg
Hidayat Nur Wahid Wakil Ketua MPR (Sumber foto : Dokumen MPR)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA menyampaikan keprihatinan dan bela sungkawa kepada Pemerintah dan warga Lebanon atas ledakan dahsyat yang terjadi di kawasan pelabuhan Beirut beberapa hari lalu. Tragedi yang memakan banyak korban dan kerugian, itu menurut Hidayat harus diusut tuntas, apapun sebab, siapapun pelaku dan apapun motifnya.

“Agar tidak terulang, dan yang bertanggung jawab ataupun terlibat dikenai sanksi hukum yang keras,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

HNW sapaan akrabnya yang juga anggota DPR dari dapil Jakarta II (meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan luar negeri) meminta agar Pemerintah Republik Indonesia melalui Duta Besar Republik Indonesia di Beirut, Lebanon, tetap waspada dan fokus melindungi Warga Negara Indonesia pasca ledakan dahsyat di negara tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja dan kesigapan Dubes dan Perwakilan Indonesia di Lebanon.

“Alhamdulillah, Dubes RI untuk Lebanon melaporkan bahwa 1447 WNI selamat dari Ledakan di Beirut. Satu WNI yang sempat dikarantina juga selamat,” ujarnya.

HNW berharap, Kedubes RI untuk Lebanon dapat menjalankan perannya secara maksimal untuk terus melindungi WNI pasca ledakan dahsyat tersebut. Kedubes juga patut peduli dengan membantu Pemerintah dan warga Lebanon yang terkena musibah. Selain itu, bila dimungkinkan Pemerintah RI bisa menugaskan pasukan penjaga perdamaian RI di Lebanon untuk membantu penanganan dampak dari ledakan dahsyat itu.

Menurut HNW, kewaspadaan harus tetap dijaga karena kesimpangsiuran penyebab dari ledakan yang dahsyat itu masih terus terjadi. Presiden dan Perdana Menteri Lebanon menyebutkan bahwa ledakan itu berasal dari gudang yang menyimpan 2750 ton amonium nitrat yang tersimpan secara tidak aman selama kurang lebih enam tahun. Sedangkan, Presiden Amerika Serikat sempat menyebut ledakan itu sebagai serangan bom. Sementara, otoritas Israel buru-buru menyatakan tidak terlibat.

“Apapun penyebabnya, dan siapapun pelaku atau yang bertanggung jawab, kita semua turut berduka cita. Dan penting untuk segera diusut tuntas secepatnya dan setransparan mungkin. Agar tak jadi trend dan atau dendam mensejarah, yang makin memberatkan kondisi sosial, ekonomi, keamanan dan politik di kawasan, apalagi di tengah pandemi covid-19,” ujarnya.

Hidayat berharap Pemerintah Indonesia dapat memainkan peranannya, dengan tetap memegang teguh prinsip- prinsip politik bebas aktif.

“Pemerintah Indonesia dengan tetap menghargai urusan dalam negeri Lebanon, bisa mengupayakan hal-hal yang terukur untuk mendorong agar ledakan itu diusut secara tuntas, dan mengajak masyarakat Internasional untuk membantu Lebanon,” pungkasnya.

tag: #hidayat-nur-wahid  #mpr  #pks  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Dengan Alasan Apapun Tidak Dibenarkan Melakukan Tindak Kekerasan terhadap Anak

Oleh windarto
pada hari Sabtu, 19 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Rabu, 16 September 2020 lalu, publik dihebohkan dengan pemberitaan di beberapa media nasional maupun lokal terkait orang tua yang tega membunuh anak kandungnya sendiri ...
Berita

Pandemi Pukul Industri dan UMKM, MPR: Negara Harus Hadir Bantu UMKM

BANDUNG (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat luas hampir di semua sektor termasuk industri dan UMKM yang tidak bisa berproduksi ...