Oleh Rihad pada hari Selasa, 11 Agu 2020 - 22:00:42 WIB
Bagikan Berita ini :

Anggota Keluarga Kedapatan Cium Jenazah Covid-19, Walkot Malang Minta Maaf

tscom_news_photo_1597158042.jpg
Video anggota keluarga cium jenazah (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Video viral menunjukkan jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 dicium salah satu anggota keluarga. Dalam video berdurasi hampir dua menit itu, tampak seorang pria berpeci membuka paksa kantong jenazah dan kemudian mencium jenazah. Dia juga sempat merebut dan menyeret jenazah untuk dibawa pulang menggunakan mobil pribadi. Kejadiannya berlangsung di Malang, Jawa Timur.

Menanggapi video tersebut, Walikota Malang, Sutiaji, menjelaskan jenazah akan diberangkatkan ke RSSA. Hingga kemudian terjadi friksi alias perpecahan dalam keluarga. Dimana ada satu anggota yang menolak jenazah dibawa dan dimakamkan sesuai prosedur.

Dari informasi yang dihimpun Sutiaji, keluarga menolak dikarenakan hasil rapid test jenazah non reaktif. ""Jadi sebenarnya ada friksi. Tadinya keluarga sudah patuh. Tapi ada satu anggota yang menolak lalu nyelonong merebut, membuka paksa hingga mencium jenazah. Nah akhirnya banyak anggota keluarga yang terprovokasi dengan pria ini,"" jelas Sutiaji, pada Selasa (11/8/2020).

Satgas COVID-19 Kota Malang langsung melakukan tracing dan rapid test terhadap semua anggota keluarga terkait di insiden itu. Sementara pria yang mencium jenazah, kata Sutiaji, adalah warga domisili luar kota. Hasilnya, masih belum diketahui. ""Nanti kita akan tindak lanjuti segera,"" ujarnya.

Sutiaji menyayangkan kejadian ini. Mengingat angka kasus COVID-19 di Kota Malang masih tinggi. Dia juga meminta maaf atas ketidak tegasan perangkat daerah setempat dalam mengantisipasi kejadian fatal seperti ini.

Selain itu, dia juga ingin dari pihak rumah sakit untuk mempercepat proses pemulasaraan sehingga tidak sampai terjadi insiden fatal. "Saya minta agar rumah sakit ada percepatan penanganan. Jangan sampai ada proses panjang sehingga memberi ruang orang untuk membisiki untuk membawa pulang jenazah," harapnya.

Jenazah ini akhirnya tetap dimakamkan sesuai prosedur. ""Itu akhirnya keluarga setuju jenazah dikubur sesuai prosedur. Jenazah juga sempat disalati tapi tidak turun dari ambulan. Sementara, soal sudah di swab atau belum, nanti saya tindak lanjuti,"" katanya.

Seperti dikutip dari tugumalang.id, lokasi pengambilan video tersebut ada di Kota Malang, tepatnya di Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraoen. Saat itu, jenazah akan dibawa ke RS Saiful Anwar untuk dipulasarakan dan dikubur dengan standar prosedur COVID-19. Hingga kemudian terjadilah insiden fatal tersebut.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Pergantian Jendral Gatot Nurmantyo Tak Ada Hubungannnya Dengan Nobar Film G30S/PKI

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 23 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Politisi PDI Perjuangan Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menegaskan pergantian jabatan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI murni karena sudah habis masa ...
Berita

Sebut Pencopotan Karena G30-S PKI, Istana Sebut Gatot Nurmantyo Kebablasan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian menepis tudingan Gatot Nurmantyo soal pencopotan jabatan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai panglima ...