Oleh Alfin Pulungan pada hari Senin, 17 Agu 2020 - 05:22:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Tegas! PAN Dukung Pembubaran Lembaga Negara Jilid IIĀ 

tscom_news_photo_1597598686.jpeg
Anggota Komisi II DPR Fraksi PAN, Guspardi Gaus (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) berencana melakukan pembubaran jilid II terhadap beberapa lembaga atau komisi. Langkah ini diambil meneruskan kebijakan Presiden yang telah membubarkan 18 lembaga pada 20 Juli 2020 lalu melalui perpres nomor 82 tahun 2020.

Anggota Komisi Pemerintahan (Komisi II) DPR Guspardi Gaus mengapresiasi rencana pembubaran jilid II terhadap beberapa lembaga tersebut. Rencana pembubaran jilid II ini sedang difinalisasi oleh Kementerian PAN-RB bersama Kementrian dan Lembaga terkait.

Lembaga yang akan dibubarkan sebanyak 12-13 itu dinilai kurang efektif begitu juga kinerja yang kurang optimal dan rencananya akan diumumkan pada akhir Agustus 2020.

Ini sebagai bukti Kementerian PAN-RB dapat bergerak cepat menjawab keinginan Presiden dalam upaya mempercepat terwujudnya reformasi birokrasi dalam tata kelola pemerintahan.

"Kebijakan presiden ini harus didukung sepanjang tujuannya membuat penyederhanaan birokrasi dan tercapainya efisiensi dan efektifitas dalam pemerintahan dan juga guna menciptakan birokrasi yang handal serta pelayanan publik yang lebih baik," kata Guspardi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2020.

Politikus Partai Amanat Nasional ini menilai pembubaran dan penyederhanaam sejumlah lembaga negara, yang didirikan berdasarkan keputusan presiden (keppres) maupun undang-undang (UU) yang dilakukan sebagai upaya penyederhanaan birokrasi dan menghilangkan terjadinya tumpang tindih terhadap tugas, fungsi, dan wewenang kementerian dan lembaga pemerintah non kementrian harus didukung.

"Kemampuan birokrasi untuk bergerak secara dinamis dapat dilakukan jika memiliki struktur yang proporsional sesuai kebutuhan guna mengantisipasi dan menjawab makin kompleknya berbagai tantangan dan permasalahan birokrasi kedepan. Karena kita berharap birokrasi itu harus bisa menghasilkan keputusan dengan cepat dan tepat dengan azas efektif dan efisien," ujarnya.

Pemerintah juga diharapkan segera melakukan penataan sumberdaya manusia dengan cepat dan tepat, khususnya terhadap nasib para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di bawah lembaga negara yang dibubarkan presiden tersebut.

Lebih jauh legislator dari daerah pemilihan Sumatera Barat II ini meminta pemerintah harus bisa mengakomodir nasib mereka sehingga bisa ditempatkan atau dialihkan ke instansi pemerintah lainnya.

Terkait dengan pembubaran lembaga yang dibentuk melalui undang-undang (UU) dimana proses pembubarannya harus di bahas bersama DPR, Guspardi mengatakan komisinya sebagai mitra Kementerian PAN-RB akan membahas dan melakukan kajian lebih lanjut bersama pemerintah demi mempercepat tercapainya tujuan reformasi birokrasi.

"Hal ini diharapkan agar mampu menjadikan kinerja birokrasi lebih lincah, efektif, dan efisien dalam menjalankan tugas, fungsi dan wewenangnya," pungkas anggota Baleg DPR ini.

tag: #kemenpanrb  #komisi-ii  #pan  #guspardi-gaus  #asn  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Usulkan Hapus Hak Tagih ke UMK, Darmadi: Bisa Jadi Bukti Bahwa Negara Jadi Perisai Rakyatnya

Oleh Bachtiar
pada hari Sabtu, 17 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Para pelaku usaha Ultra Mikro Kecil (UMK) kerap kali kesulitan menyelesaikan tunggakan saat melakukan pinjaman ke pihak bank, baik bank swasta maupun pelat merah. Imbasnya, ...
Berita

Tak Sesuai Dengan Beberapa UU, TB Hasanuddin Desak Pemerintah Cabut PP 57/2021 Tentang SNP

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin mengecam terbitnya Pemerintah (PP) No 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dalam PP ini ...