Oleh Alfin Pulungan pada hari Minggu, 13 Sep 2020 - 20:46:41 WIB
Bagikan Berita ini :

Langkah Mulia Warga Kulit Hitam di Amerika Beli Lahan Demi Lindungi Kelompok Rasnya

tscom_news_photo_1600004716.jpg
Dua warga kulit hitam membeli lahan di Amerika Serikat untuk digunakan sebagai tempat penampungan warga kulit hitam yang didiskriminasi. (Sumber foto : Istimewa)

TEROPONGSENAYAN -- Isu keseteraan manusia di Amerika Serikat belakangan sedang sakit semenjak beberapa warga kulit hitam dianiaya oleh warga kulit putih. Kondisi ironi di negara liberal itu membuat sekelompok warga kulit hitam memutuskan untuk membeli lahan seluas 40 hektar di negara bagian Georgia, Amerika Serikat.

Langkah mereka tersebut bertujuan melindungi kelompok warga kulit hitam agar terhindar dari diskriminasi masyarakat yang rasis. Lahan tersebut akan dibuat menjadi tempat penampungan bagi warga kulit hitam yang membutuhkan bantuan.

“Selamat datang kebebasan,” kata agen real estate,Ashley Scott, dilokasi lahan di Wilkinson, Georgia, Amerika Serikat, seperti dilansir CNN pada Sabtu, 12 September 2020.

Scott dan kelompoknya berharap lokasi tersebut menjadi tempat aman bagi orang berkulit hitam. Ia menceritakan, awalnya ia dan temannya seorang pengusaha bernama Renee Walters, tidak memiliki rencana membeli lahan luas. Namun, muncul inisiatif mereka untuk membeli lahan dan menggunakannya sebagai penampungan keluarga kulit hitam yang butuh tempat.

“Bisa membangun komunitas yang berkembang dan aman, yang ada pertanian dan bisnis komersilnya, dan saling dukung satu sama lain, dan uang dolar yang berputar di dalam komunitas ini adalah visi kami,” jelas Scott.

Kekacauan bernuansa rasial di Amerika Serikat pasca terbunuhnya George Floyd oleh aparat negara berkulit putih berbuntut kekhawatiran bagi warga kulit hitam di Amerika.

Peristiwa serupa terus terjadi dengan tewasnya Breonna Taylor, seorang perawat kulit hitam di rumahnya saat digerebek polisi, serta penembakan pria kulit hitam Ahmaud Arbery saat sedang joging di Brunswick, Georgia, menjadi keprihatinan banyak pihak.

"Isu ketidak-adilan bagi warga kulit hitam. Kita perlu menciptakan tempat dan lokasi untuk tumbuh sebagai desa, sebagai suku lagi,” kata Scott, yang menyebut pembelian lahan 40 hektar itu sebagai Freedom Georgia Initiative.

Menurut Scot, ia bersama temannya berencana membuat inisiatif membangun kota yang didirikan oleh keluarga kulit hitam di Amerika. Ide tersebut muncul usai melihat ada kota kecil Toomsboro yang dijual sehingga memutuskan membeli lahan tersebut.

tag: #orang-kulit-hitam  #amerika-serikat  #internasional  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Teropong Public Relation Award 2020
advertisement
Teropong Democracy Award 2020
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement