Berita
Oleh Rihad pada hari Sunday, 20 Sep 2020 - 11:03:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Menganggur Akibat Covid, Wanita Pintar Berubah Jadi Pembunuh

tscom_news_photo_1600571031.png
Tersangka mutilasi LAS (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kisah pembunuhan dan mutilasi di Pasar Baru semakin terungkap dengan fakta-fakta mengejutkan.

Pelaku DAF dan LAS, pelaku pembunuhan itu sudah menyiapkan lubang untuk mengubur jasad Rinaldi Harley Wismanu (32) di sebuah rumah di Permata Cimanggis, Tapos, Depok. Keduanya menggali kuburan sehari sebelum ditangkap atau pada Selasa (15/9).

Keduanya masuk kontrakan itu tanggal 15 September. "Mungkin tanggal itu mereka menggali," kata Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Sabtu (19/9/2020).

Kedua tersangka semula akan menguburkan potongan jasad Rinaldi Harley Wismanu itu pada Kamis (17/9). Namun, pada Rabu (16/9), mereka ditangkap polisi. Mereka membeli sekop dan cangkul di sebuah toko bangunan di Tapos, Depok.

Kedua tersangka memutilasi korban secara bertahap. Tahap pertama dilakukan pada Sabtu (12/9) dan berikutnya pada Minggu (13/9).

Mereka memindahkan potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City itu juga dua hari itu. Tanggal 12 September potongan pertama langsung dikirim ke Kalibata City, kemudian yang kedua kali selesai langsung dikirim ke Kalibata City.

Keduanya memindahkan potongan tubuh itu ke Kalibata City sambil mencari rumah kontrakan untuk mengubur mayat yang sudah dipotong-potong. "Mereka mencari rumah yang ada halaman belakangnya biar bisa gali kuburan," lanjutnya.

Kapolda Metro Irjen Nana Sudjana saat konferensi pers mengatakan

keduanya membunuh Rinaldi di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, Rinaldi dieksekusi oleh kedua tersangka dan kemudian tubuhnya dimutilasi oleh tersangka.

Potongan tubuh Rinaldi dipindahkan dari Apartemen Pasar Baru ke Apartemen Kalibata City. Kedua tersangka membawa potongan tubuh korban itu menggunakan taksi online. Mereka memesan taksi online untuk menutupi perbuatan sadisnya.

Cara mereka membawa jasad Rinaldi itu dengan memasukkan potongan tubuh korban dalam 2 buah koper dan tas ransel. Potongan tubuh korban terlebih dahulu dibungkus kresek agar tidak ada darah atau cairan yang keluar.

Untuk menghilangkan bau pada jasad korban. Tersangka menaburi bubuk kopi di potongan jasad itu.

"Mereka memindahkan dari Pasar Baru dan mereka ini nyewa juga di Kalibata City beberapa hari sambil menunggu dan kemudian untuk mencari tempat pemakaman," kata Nana.

Menganggur Akibat Covid-19

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengungkap tersangka kasus mutilasi Kalibata City, LAS merupakan seseorang yang berprestasi secara akademik.

Selain pernah berkuliah di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia atau FMIPA UI, pelaku ternyata pernah mengikuti Olimpiade Kimia tingkat provinsi. Setelah lulus dari kampusnya, Yusri mengatakan pelaku bekerja di sebuah perusahaan farmasi besar. Namun sejak pandemi Covid-19, ia dipecat dan menjadi pengangguran.

Sementara DAF, adalah kekasih LAS berprofesi sebagai tukang ojek. "Jadi memang motif pembunuhan berencana karena ekonomi," kata Yusri.

Awalnya, korban mengenal LAS dari sebuah aplikasi kencan online, yaitu Tinder. Setelah melakukan komunikasi daring, keduanya sepakat bertemu di apartemen itu. Kedua tersangka sebelumnya telah menyewa apartemen selama 6 hari, dari 7 hingga 12 september 2020.

Saat Rinaldi dan LAS masuk ke apartemen tersebut pada 9 September 2020, tersangka DAF ternyata sudah berada di dalam dan bersembunyi di kamar mandi. Usai Rinaldi dan Laeli ngobrol dan berhubungan badan, Fajri memukul kepala korban sebanyak tiga kali menggunakan batu. Dia juga menusuk Rinaldi sebanyak 7 kali.

Mutilasi dilakukan setelah kedua tersangka belanja golok dan gergaji. Mereka memotong korban menjadi 11 bagian dan disimpan dalam kantong kresek. Setelah itu, potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam koper dan ransel.

Para tersangka lantas memindahkan potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City. Uang korban dalam rekening kemudian dikuras oleh kedua tersangka.

Keduanya kemudian ditangkap polisi di Perumahan Permata Cimanggis, Depok pada Rabu, 16 September 2020. Polisi melacak mereka setelah menggunakan uang hasil kejahatan tersebut untuk berbelanja emas, motor, dan menyewa rumah.

tag: #mutilasi  #apartemen-kalibata  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Teropong Public Relation Award 2020
advertisement
Teropong Democracy Award 2020
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ini Dia Teladan Demokrasi di Teropong Democracy Award 2020

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Rabu, 28 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --  Tantangan terbesar Indonesia sepanjang 2020 adalah mewujudkan ketahanan demokrasi. Hanya dengan upaya membangun ketahanan demokrasi, maka sistem politik demokratis ...
Berita

Bantu Para Guru dan Murid, Ibas Salurkan WIFI Gratis

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dream Big, Work Hard and Never Give Up, begitulah pesan Edhie Baskoro Yudhoyono kepada para peserta yang hadir pada acara Program Nasional Partai Demokrat Penyerahan ...