Oleh Rihad pada hari Kamis, 01 Okt 2020 - 08:30:57 WIB
Bagikan Berita ini :

Investasi Perikanan di Indonesia Didominasi Perusahaan China

tscom_news_photo_1601515857.png
Ilustrasi pengolahan ikan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Realisasi investasi di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia didominasi oleh China di antara negara Asia Timur lainnya, seperti Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, dan Taiwan. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam webinar "Menarik Minat Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan dari Wilayah Asia Timur", Rabu, sepanjang semester I 2020 investasi China di sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp550,11 miliar (86,05 persen) dari total realisasi investasi negara Asia Timur sebesar Rp639,29 miliar.

"Sepanjang 2016-2020 investor China, Hong Kong, Korea Selatan, dan Taiwan, dominan berinvestasi di bidang usaha pengolahan, sementara investor Jepang dan China lebih dominan di bidang usaha budi daya," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (Ditjen PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Berny A Subki.

Sementara itu, Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Tokyo Rakhmat Yulianto mengatakan investasi Jepang di sektor perikanan memang masih minor, baik ke seluruh dunia maupun ke Indonesia.

Berdasarkan data Jetro (Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang), investasi sektor perikanan Jepang di luar negeri hanya 0,05 persen dari total keseluruhan investasi Jepang di dunia.

"Di Indonesia, dalam lima tahun terakhir, investasi perikanan Jepang hanya 0,07 persen dari investasi total yang masuk (tercatat) di BKPM. Memang appetite (minat) investasi perikanan Jepang tidak begitu bagus tapi ada peluang yang bisa dimanfaatkan," jelasnya.

Direktur IIPC Seoul Hilmy Qadrinal Rachman Tanjung menjelaskan investasi Korea Selatan di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia dalam lima tahun menurun signifikan.

Investasi di sektor tersebut mencapai 1,07 juta dolar AS pada 2018, lalu anjlok menjadi 0,2 juta dolar AS pada 2019, dan merangkak naik menjadi 0,78 juta dolar AS hingga semester I 2020.

Ada pun Direktur IIPC Taipei Ali Fauzi mengatakan pihaknya mencatat ada sejumlah investor Taiwan yang telah malang melintang di sektor kelautan dan perikanan Indonesia, bahkan investasinya tersebar hingga ke luar Jawa.

"Ini menggambarkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia sudah cukup dikenal dan bisa dibilang jadi success story yang bisa disampaikan ke calon investor selanjutnya untuk mempercepat realisasi investasi," katanya.

Menurun

Berny A Subki mengatakan investasi dari negara-negara Asia Timur di sektor perikanan dan kelautan di Indonesia turun 17,95 persen karena kondisi pandemi Covid-19.

Berny dalam webinar "Menarik Minat Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan dari Wilayah Asia Timur", Rabu, mengungkapkan realisasi penanaman modal asing (PMA) dari Asia Timur, yakni China, Jepang, Hong Kong, Korea Selatan dan Taiwan, di sektor kelautan dan perikanan hingga Semester I 2020 mencapai Rp639,29 miliar.

"Nilai investasinya turun 17,95 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2019 sebesar Rp796,64 miliar. Ini jadi tantangan kita semua, ini tidak membuat kita putus asa tapi ini perlambatan yang harus kita sesuaikan dengan potensi yang ada," katanya.

Berny menuturkan sepanjang Semester I 2020, investasi asing dari negara-negara Asia Timur di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia didominasi oleh China sebesar Rp550,11 miliar (86,05 persen) dari total realisasi investasi negara Asia Timur.

Ia juga mencatat sepanjang 2016-2020, investor China, Hong Kong, Korea Selatan dan Taiwan dominan berinvestasi di bidang usaha pengolahan sementara investor Jpeang dan China lebih dominan di bidang usaha budidaya.

"Ini bisa jadi dasar penyusunan rencana aksi ke depan," katanya.

Berny mengatakan secara total, PMA dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sektor kelautan dan perikanan sepanjang Semester I 2020 mencapai Rp2,09 triliun, tumbuh 40,29 persen dibanding periode yang sama 2019.

Sementara itu, jika ditambahkan dengan kinerja investasi dari kredit investasi, realisasi investasi sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp3,48 triliun, tumbuh 9,05 persen dibanding capaian periode yang sama tahun sebelumnya.

Bidang usaha pengolahan dan budidaya berkontribusi sangat besar terhadap realisasi investasi Semester I 2020, yakni masing-masing 32,02 persen dan 27,78 persen.

"Ini tantangan kita bekerja keras, meski masih pandemi kita harus berpikir bahwa pasca pandemi, kita sudah bisa siapkan harapan baru tempat tenaga kerja baru untuk siapkan investasi," kata Berny.

tag: #menteri-kkp  #kementeri-kelautan-dan-perikanan  #china  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Bisnis

Gelar RUPST, Tugu Insurance Angkat Direksi Baru

Oleh windarto
pada hari Selasa, 24 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Memasuki TW IV/2020, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) yang merupakan Emiten Anak BUMN PT Pertamina (Persero) memperkenalkan susunan direksi lengkap ...
Bisnis

Abaikan Desakan Pengusaha, Anies Fokus Hentikan Penularan Covid-19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Para pengusaha sektor pariwisata menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi seharusnya dihentikan. Tapi nyatanya, Gubernur Anies Baswedan justru ...