Oleh Bachtiar pada hari Rabu, 25 Nov 2020 - 18:50:34 WIB
Bagikan Berita ini :

Implementasi JKK-RTW BPJAMSOSTEK Kembali Diganjar Penghargaan

tscom_news_photo_1606305034.jpg
Menpan RB Tjahyo Kumolo (Kiri)-Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK, Krishna Syarif (Kanan) (Sumber foto : Humas BPJAMSOSTEK)


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Setelah sebelumnya meraih penghargaan tertinggi dari ISSA (International Social Security Association) pada 2019 yang lalu, kini BPJAMSOSTEK kembali dianugerahi penghargaan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada kegiatan Sinovik Award tahun 2020.

Penghargaan ini dianugerahi kepada BPJAMSOSTEK atas upayanya melaksanakan program JKK-RTW (Jaminan Kecelakaan Kerja-Return To Work) dan menjamin kesejahteraan para pekerja disabilitas korban dari kejadian kecelakaan kerja yang dialami.

Penghargaan Sinovik Award tahun 2020 ini diterima oleh Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK, Krishna Syarif, di Jakarta (25/11).

Program JKK-RTW dilaksanakan dengan tujuan untuk memastikan percepatan layanan dengan melakukan early contact kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja.

Dijelaskan oleh Krishna bahwa hal tersebut sangat krusial untuk memastikan Golden Period tetap terjaga agar meminimalisir potensi terjadinya kecacatan atau bahkan meninggal dunia pada pekerja korban kecelakaan kerja.

"Program ini memfasilitasi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja untuk mendapatkan perawatan pengobatan, rehabilitasi fisik dan psikis, vocational training hingga evaluasi pengembalian bekerja," tutur Krishna.

Sedikitnya, ungkap dia, 70.054 perusahaan yang berpartisipasi dalam program JKK-RTW untuk memastikan keberlanjutan pekerja dalam melakukan aktivitas bekerja kembali di perusahaan.

"Delapan puluh lima persen dari pekerja yang mengikuti program JKK-RTW ini telah bekerja kembali pasca mengalami kecelakaan kerja," terangnya.

Krishna berharap agar semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi dalam program ini agar menjamin pekerja untuk tetap berkarya dan bekerja kembali.

Menurutnya, hal tersebut juga bertujuan untuk memastikan harkat dan martabat pekerja dan keluarganya terjamin karena selain meminimalisir potensi kerugian yang lebih besar, juga menghindari potensi terjatuh dalam jurang kemiskinan.

Bahkan jika terjadi kecacatan, sambung dia, pekerja tetap produktif, baik di posisi kerja yang baru pada perusahaan yang sama ataupun berwirausaha.

"Untuk mendukung implementasi program JKK-RTW lebih optimal, kami memiliki Case Manager yang tersebar di 325 Kantor Cabang dan 11 Kantor Wilayah di seluruh Indonesia, bahkan beberapa di antaranya menyandang status CDMP (Certified Disability Management Professional)" ungkapnya.

Hal ini sangat penting mengingat spirit dilaksanakannya program ini dikarenakan tingginya jumlah kecelakaan kerja di Indonesia.

"BPJAMSOSTEK mencatat, pada periode 2012-2014, setiap harinya terdapat 397 kasus kecelakaan kerja, dimana setiap harinya terdapat 25 kasus cacat fungsi atau anatomi, 1 kasus cacat total tetap dan 9 kasus meninggal dunia."

Pada tahun 2020, program JKK-RTW ini dipastikan terus berlanjut dan akan terus ditingkatkan mengingat angka terjadinya kecelakaan kerja di Indonesia sampai dengan Oktober 2020 mencapai 129.305 kasus, yang di antaranya 4.275 kasus kecacatan, 9 kasus cacat total tetap dan 2002 kasus meninggal dunia.

Oleh karena itu, ujar dia, program JKK-RTW menjadi sangat relevan untuk dilaksanakan dan dapat menjadi contoh bagi instansi lain dalam berpartisipasi menjamin kesejahteraan pekerja.

Krishna juga mengimbau agar perusahaan segera bergabung untuk berpartisipasi dalam program JKK-RTW ini, tentunya dengan juga menjunjung tinggi prinsip K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Namun jika terjadi kecelakaan kerja, karyawan dari perusahaan lebih terjamin masa depannya.

Dirinya menambahkan, bahwa keselamatan kerja harus tetap menjadi prioritas dalam menjalankan aktifitas pekerjaan.

"Namun, kita harus selalu siap atas segala risiko yang membayangi. Mari semua pekerja, baik formal atau Penerima Upah (PU), maupun informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) agar selalu peduli dengan keselamatan diri," ujarnya.

Salah satunya dengan memiliki perlindungan dan manfaat program dari BPJAMSOSTEK untuk menjamin keamanan dan kenyamanan dalam bekerja.

Krishna berharap semoga dengan adanya Sinovik Award ini menjadi pemicu sekaligus pengingat bahwa pekerja dengan disabilitas juga memiliki hak yang sama untuk dapat bekerja dan berkarya, sama seperti semua pekerja pada umumnya

"Dan agar program JKK-RTW ini semakin meningkat mutu dan kualitasnya serta mampu menjangkau lebih banyak lagi perusahaan dan pekerja agar kesejahteraan menyeluruh bagi pekerja di Indonesia dapat segera terwujud," tandasnya.

Cotta sembiring, Deputi Direktur Wilayah DKI Jakarta mengatakan sesuai regulasi yang telah ditetapkan Pemerintah bahwa kami BPJS Ketenagakerjaan selaku Badan Penyelenggara diamanatkan untuk dapat memberikan pelayanan dan pengobatan kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja sampai mereka dapat bekerja kembali.

"Dengan adanya penghargaan Sinovik Award 2020 ini akan memberikan tantangan sekaligus motivasi baru bagi BPJAMSOSTEK agar terus meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik lagi kepada peserta", ujar Cotta.

Cotta menyampaikan BPJAMSOSTEK Kanwil DKI Jakarta sampai dengan saat ini (25 November 2020) telah membayarkan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp.206,2 milyar dengan jumlah kasus sebanyak 9.960.

tag: #bpjs-ketenagakerjaan  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Ragam

Saung Angklung Udjo, Dulu Jaya Kini Merana, Butuh Bantuan untuk Pertahankan Budaya

Oleh Rihad
pada hari Saturday, 23 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Saung Angklung Udjo kini merana. Ikon Kota Bandung, Jawa Barat, dan Indonesia tersebut nyaris bangkrut. Hal tersebut diutarakan Budayawan yang juga merupakan Ketua Studiklub ...
Ragam

Mia, Pramugari Sriwijaya Air, Dimakamkan Tepat dengan Hari Cutinya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Jenazah Pramugari Sriwijaya Air Mia Tresentyana Wadu, 23, tiba di rumah duka di Jalan Tirta Gangga, Renon, Denpasar, Bali, Rabu sore (20/1). Mia menjadi korban kecelakaan ...