Oleh Givary Apriman pada hari Jumat, 27 Nov 2020 - 10:10:40 WIB
Bagikan Berita ini :

Aneh Bin Ajaib! Setelah KPK Berhasil Tangkap Edhy Prabowo, Politisi PDIP Ini Malah Salahkan Novel Baswedan

tscom_news_photo_1606446625.JPG
Politisi PDIP Dewi Tanjung (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Penyidik senior KPK Novel Baswedan bersama Ambarita Damanik memimpin tim gabungan penyelidik dan penyidik saat menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta, pada Rabu (25/11/2020) dini hari.

KPK pun telah menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka penerima suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 alias suap ekspor benur lobster.

Aksi Novel tersebut menuai respons tak henti-hentinya dari netizen, terlebih di platform media sosial Twitter. Pada Kamis, kicauan tentang ‘Novel Baswedan’ sempang masuk dalam trending topic.

Hal tersebut sangat kontras dengan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dewi Tanjung yang justru memberikan kritik pedas kepada Novel.

Tak tanggung-tanggung, Politisi sensasional ini menyebut Novel sebagai penyidik yang memiliki kinerja tidak profesional.

“Akhirnya KASUS ANGGARAN SILUMAN DAN FORMULA E yg dilakukan Anis Baswedan Gubernur seiman Tidak NAMPAK sama Si Novel Baswedan. Demi ambisi saudara nya yg Ingin berkuasa, sebagai Penyidik KPK novel bekerja tidak Profesional,” tulis Dewi di akun twitternya @DTanjung15 pada Kamis (26/11/2020).

Dalam kicauannya itu, Dewi tampaknya menyasar Novel yang dinilainya tebang pilih dalam menjerat para koruptor. Namun dirinya tak menjelaskan lebih lanjut maksud cuitannya tersebut.

Tak hanya kali ini, sebelumnya Dewi juga pernah menyoroti kasus yang dialami Novel beberapa waktu lalu.

Tepatnya pada November 2019, Dewi melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan Novel melakukan rekayasa terkait kasus siraman air keras kepadanya.

KPK menyayangkan sikap Dewi tersebut. Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat itu mengatakan Novel jelas-jelas sebagai korban.

Novel juga angkat bicara soal dirinya yang dilaporkan ke polisi dan dirinya menduga laporan Dewi tersebut hanya untuk intrik belaka untuk ‘ngerjain’ polisi.

Sebelumnya, Edhy Prabowo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi ekspor benih lobster. Dalam konferensi pers di gedung KPK, Rabu (25/11/2020) mulai pukul 24.00 WIB, KPK menyatakan ada 7 tersangka, salah satunya Edhy Prabowo.

tag: #pdip  #kpk  #edhy-prabowo  #novel-baswedan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Peringati HUT Ke-71, PSMS Yakin Lolos Liga 1 Musim Depan

Oleh Ariful Hakim
pada hari Rabu, 21 Apr 2021
MEDAN(TEROPONGSENAYAN)--- CEO PSMS Medan, Kodrat Shah mengaku optimis jika club asuhannya bisa menempuh kasta tertinggi di tanah air musim depan. Bahkan, tak tanggung tanggung pria yang juga menjabat ...
Berita

Besok Bertemu AHY, Presiden PKS Akan Bahas Soal Demokrasi dan Kebangsaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu dijadwalkan bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Kamis (22/4/21) sore besok. ...