Oleh Inas Nasrullah Zubir, Ketua DPP Partai Hanura pada hari Rabu, 23 Des 2020 - 08:46:35 WIB
Bagikan Berita ini :

Vaksin Sinovac Lebih Aman?

tscom_news_photo_1608687995.jpeg
Inas Nasrullah Zubir Politikus Hanura (Sumber foto : Istimewa)


Polemik tentang vaksin COVID-19 tidak boleh membuat bingung, yang dapat menyebabkan timbulnya keraguan di masyarakat Indonesia, yang mengakibatan terhambatnya program nasional vaksinasi covid-19 gratis dari Pemerintahan Jokowi.

Karena ada saja kalangan, terutama dari oposisi yang mempersoalkan vaksin covid-19 buatan perusahaan biofarmasi China, yakni Sinovac yang telah dibeli oleh pemerintah Indonesia dan dianggap tidak manjur!

Sebaliknya, banyak juga di Indonesia yang percaya bahwa vaksin buatan Pfizer Amerika Serikat dianggap lebih manjur! Bahkan Fadli Zon yang meragukan vaksin Sinovac, lebih ngebet divaksin pake buatan Pfizer!

Apa sih perbedaan vaksin Sinovac yang sudah dibeli Pemerintah Indonesia dibandingkan vaksin Pfizer yang dibanggakan oleh Fadli Zon?

Teknologi yang digunakan untuk membuat vaksin Sinovac adalah teknologi konvensional yang sudah teruji sejak abad ke 18, dengan cara mengembangkan virus yang telah dilemahkan atau dimatikan. Virus-virus yang dilemahkan ini kemudian memicu munculnya reaksi imun pada tubuh manusia.

Kebutuhan suhu untuk menyimpan vaksin Sinovac adalah 2 sampai 8 derajat Celcius saja, dan cukup dimasukan kedalam freezer di kulkas biasa, dimana vaksin ini bisa bertahan selama 3 tahun dalam suhu tersebut diatas, dan cocok untuk kondisi di Indonesia.

Sedangkan teknologi vaksin Pfizer sama sekali baru dan belum pernah dikembangkan sebelumnya. Teknologi ini menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA), dimana vaksin ini akan mengajari sel-sel tubuh manusia untuk memproduksi respons imun. Yang perlu dipertimbangkan sebelum menerima injeksi vaksin ini adalah, efek samping jangka panjang teknologi ini belum diketahui.

Selain itu, suhu yang dibutuhkan untuk menyimpan vaksin Pfizer ini harus minus 70 derajat Celcius, sehingga dibutuhkan tempat pemyimpanan khusus yang jauh lebih mahal dari freezer biasa.

Perbandingan kedua vaksin tersebut jika kita misalkan dalam memilih dokter untuk pertama kali berobat, biasanya para ibu-ibu akan memilih dokter yang sudah banyak pengalaman-nya bukan? Nah! Teknologi yang sudah banyak pengalaman-nya adalah teknologi konvensional yang digunakan Sinovac, jadi kenapa harus ragu dengan yang berpengalaman?

Kencangnya agitasi yang dilancarkan oleh oposisi dalam hal vaksin Covid-19 19 ini, semakin menjadi-jadi, ketika beredar berita bahwa Cina akan mengimport vaksin Pfizer dari Amerika sebanyak 100 juta dosis.

Pertanyaan-nya adalah, Cina atau perusahaan asal Cina yang akan mengimport vaksin Pfizer tersebut? Jika Pemerintahan Cina yang memgimport, maka berarti Cina tidak percaya kepada vaksin buatan negerinya sendiri, tapi jika yang mengimport adalah perusahan swasta, maka ini urusannya adalah bisnis.

Perusahaan swasta tersebut adalah sebuah perusahaan biofarmasi swasta Cina yakni, Shanghai Fosun Pharmaceutical Group Co Ltd yang akan membeli setidaknya 100 juta dosis vaksin Pfizer untuk diedarkan di daratan Tiongkok, Hongkong, Makau dan Taiwan yang akan melakukan penjualan vaksin secara komersil untuk mendapatkan 65% dari laba kotor.

Perlu diketahui bahwa Hongkong dan Makau adalah wilayah khusus di Cina yang memiliki pemimpin dan pemerintahan lokal sendiri, sehingga program vaksinasinya diatur oleh otoritas setempat, bahkan Taiwan adalah negara diluar Cina yang juga punya pemerintahan tersendiri.

Tapi keinginan Shanghai Fosun ini belum mendapatkan green light dari otoritas Cina, sedangkan yang sudah mendapatkan persetujuan otoritas Cina adalah dua vaksin dari BUMN farmasi cina, Sinopharm, satu vaksin dari perusahaan farmasi swasta cina, Sinovac dan satu vaksin dari perusahaan farmasi swasta cina, Cansino.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Opini

Harapan Kepada Menag: Pertahankan Visi Kebangsaan

Oleh Lia Sundah Suntoso, IDEAS-Indonesia Fellow, Pengacara Imigrasi di New York
pada hari Sabtu, 09 Jan 2021
Sebagai WNI di Amerika Serikat (AS), saya beruntung mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung, pertempuran antara petahana Trump Vs Biden yang juga meninggalkan luka elektoral. Meski, secara ...
Opini

Indonesia Tahun 2021 Peluang Untuk Sukses Ada, Jangan Kita Sia-Siakan

  Alhamdulillah, tahun 2020 telah kita lalui. Tahun kemarin sungguh sangat berat bagi umat manusia. Sejarah mencatatnya sebagai tahun yang kelam, tahun musibah dan tahun ujian. Secara ...