Oleh Rihad pada hari Rabu, 06 Jan 2021 - 21:52:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Kimia Farma Gandeng Pertamina Bangun Pabrik Bahan Baku Obat Parasetamol.

tscom_news_photo_1609945201.png
PT Kilang Pertamina Internasional (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menggandeng Pertamina untuk membangun pabrik bahan baku obat (BBO) Parasetamol. Pertamina melalui Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional bersama KAEF telah menandatangani pokok-pokok perjanjian atau Head of Agreement (HoA) pengembangan proyek produksi parasetamol dari benzene pada Rabu, 30 Desember 2020.

Sekretaris Perusahaan KAEF Ganti Winarno menyampaikan, nilai investasi sekitar Rp 600 miliar. Angka tersebut di luar investasi dari pihak Pertamina. “Setelah HoA, tahapan selanjutnya adalah Joint Study kajian business model atau bentuk kerja sama bisnis yang paling optimal di antara kedua belah pihak,” imbuh dia, Rabu (6/1).

Proyek pabrik BBO parasetamol ini cukup penting untuk segera dilaksanakan. Sebab, parasetamol termasuk salah satu produk obat yang banyak digunakan dan dikonsumsi di Indonesia, baik untuk pemenuhan kebutuhan sektor pemerintah maupun non pemerintah dan masyarakat umum. Produk obat yang mengandung parasetamol sebagian besar terdapat dalam produk obat bebas atau over the counter (OTC).

Mengingat kebutuhan akan produk parasetamol cukup tinggi, tentu kehadiran pabrik BBO di dalam negeri akan membawa pengaruh signifikan karena akan mengurangi impor BBO aktif parasetamol.

"Hal ini merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh kami untuk meningkatkan kinerja ke depan mengingat prospek kebutuhan parasetamol masih sangat besar," ungkap Ganti.

Asal tahu saja, pabrik BBO parasetamol ini akan memiliki kapasitas sebesar 3.800 ton per tahun. Pabrik ini akan memanfaatkan produk petrokimia yaitu benzene dan propylene yang berasal dari kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap milik Pertamina. Nantinya, produk tersebut dikembangkan menjadi Para Aminofenol (PAF) yang merupakan bahan baku farmasi, salah satunya parasetamol.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...