Oleh Rihad pada hari Minggu, 24 Jan 2021 - 16:54:28 WIB
Bagikan Berita ini :

GeNose Mulai Digunakan, Pakar UI Minta Hasilnya Didata

tscom_news_photo_1611482068.png
Penggunaan Genose (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pendeteksi corona buatan UGM, GeNose mulai digunakan di tempat publik. Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menjadi tempat publik pertama yang mengaplikasikan GeNose pada Sabtu (23/1).

Penggunaan GeNose yang mendeteksi corona dengan embusan napas tersebut disaksikan langsung Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Terkait hal ini, epidemiolog atau ahli wabah UI Pandu Riono meminta pemerintah lebih berhati-hati. Perlu ada upaya juga untuk pengumpulan data saat GeNose dipakai di tempat umum.

"Penggunaan Genose masih fase eksperimental, bila dipakai luas dalam skrining perlu dibarengi pengumpulan data evaluasi," kata Pandu dalam akun Twitternya, Minggu (24/1).

Maksudnya, setiap kejadian yang terekam harus segera dievaluasi. Sebab, ada potensi negatif palsu karena GeNose bukanlah alat untuk mendiagnosis virus. "Bisa terjadi keamanan palsu bila ternyata negatif palsu tinggi, membiarkan terus berlangsung dalam ruang transportasi yang ventilasi terbatas dan abai 3M," kata dia.

GeNose mendapat izin edar Kemenkes pada Desember 2020. UGM mengklaim alat ini ajaib lantaran hanya butuh 3 menit untuk mengetahui hasil deteksi. Akurasinya juga diklaim mencapai 96 persen.

Sebelumnya, Menristek Bambang Brodjonegoro menargetkan GeNose mampu menjadi alat screening yang lebih akurat dibanding rapid test. Selain murah dan cepat, alat ini berbeda dengan rapid test yang melacak virus berdasarkan antibodi. Keakuratan GeNose diklaim hampir mendekati PCR.

Meski demikian, Bambang mengakui GeNose belum bisa dijadikan gold standard pelacakan virus corona seperti PCR. Namun, tak menutup kemungkinan nantinya bisa dikembangkan setara PCR.

Penggunaan di KAI

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendukung penggunaan alat Gadjah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19 di layanan KAI untuk screening virus corona. “Kami menyambut baik inovasi yang dihadirkan oleh anak bangsa dalam rangka menghadirkan layanan deteksi COVID-19 yang cepat, murah, dan akurat,” ujar Vice President Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (24/1).

GeNose C19 adalah alat pendeteksi virus corona yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gajah Mada dan sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Pengambilan sampel dari GeNose C19 berupa embusan napas dan hasil tes dapat langsung diketahui hanya dalam waktu 3 menit.

Tarifnya pun diperkirakan berkisar di Rp20.000 untuk satu kali tes dengan akurasi di atas 90 persen.

Joni mengatakan KAI berencana akan membeli GeNose C19 yang nantinya akan digunakan di berbagai stasiun kereta api.

"Saat ini KAI masih menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah terkait penggunaan GeNose C19 tersebut pada moda transportasi umum," ujar Joni.

Penggunaan produk dalam negeri ini juga merupakan dukungan KAI pada kampanye Bangga Buatan Indonesia yang sedang digalakkan pemerintah pada masa pandemi COVID-19.

“KAI mendukung penuh semua langkah dan kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Penggunaan GeNose C19 pada transportasi kereta api merupakan kebanggaan tersendiri bagi KAI, karena dapat menjadi salah satu yang pertama menerapkan inovasi tersebut," katanya.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement