Oleh windarto pada hari Kamis, 18 Feb 2021 - 21:59:46 WIB
Bagikan Berita ini :

Bank Mega Catatkan Laba Bersih Rp3,01 Triliun pada 2020

tscom_news_photo_1613660386.jpg
Ilustrasi pelayanan di sebuah kantor Bank Mega (Sumber foto : dok: Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - PT Bank Mega Tbk membukukan laba bersih pada 2020 sebesar Rp3,01 triliun, naik 50 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya Rp2 triliun.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan pertumbuhan laba tersebut diperoleh dari pendapatan bunga bersih yang naik sebesar 9 persen menjadi Rp3,9 triliun dari posisi 2019 sebesar Rp3,58 triliun.

"Selain itu, fee based incomejuga turut andil dalam menyumbang kenaikan laba, dimana terjadi kenaikan sebesar 26 persen menjadi Rp2,9 triliun dari posisi 2019 sebesar Rp2,3 triliun," ujar Kostaman saat paparan publik di Jakarta, Rabu.

Total aset Bank Mega mencapai Rp112,2 triliun atau naik 11 persen dibanding 2019 sebesar Rp100,8 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat sebesar 9 persen menjadi Rp79,19 triliun dari posisi 2019 sebesar Rp72,8 triliun.

Dari sisi komposisi, deposito masih mendominasi DPK yaitu sebesar 72 persen, disusul oleh tabungan sebesar 17 persen dan giro sebesar 11 persen.

Sementara itu, lanjut Kostaman, kelesuan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, mengakibatkan kredit kepada pihak ketiga Bank Mega mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 6 persen menjadi Rp48,5 triliun dari Rp51 triliun pada 2019.

Secara komposisi, kredit korporasi masih tumbuh positif dibandingkan segmen lainnya, yaitu sebesar 55 persen menjadi Rp26,2 triliun.

Sedangkan rasio keberhasilan mengendalikan beban operasional mengakibatkan perbaikan rasio beban operasional dibandingkan pendapatan operasional atau BOPO semakin membaik, yaitu menjadi sebesar 65,9 persen dibanding posisi 2019 yang sebesar 74,1 persen.

"Hal ini merupakan merupakan dampak dari inovasi digital dan otomasi yang telah diberlakukan sejak dua tahun terakhir, baik untuk back office maupun front office," kata Kostaman.

Permodalan Bank Mega juga semakin kokoh yang tercermin dari rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 31,04 persen, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 23,68 persen.

Menurut Kostaman, rasio permodalan yang kuat merupakan hal penting untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Bisnis

Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Oleh Ariful Hakim
pada hari Sabtu, 06 Mar 2021
JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)--Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Sabtu (6/3/21) berada di angka Rp 923.000 per gram.  Angka tersebut naik Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga ...
Bisnis

Garuda Indonesia Melayani Rapid Test Antigen Gratis

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Garuda Indonesia melayani rapid test Antigen gratis bagi seluruh penumpang rute domestik. "Tentunya kami harapkan, hadirnya layanan rapid test Antigen gratis ini dapat ...