Opini
Oleh Salamuddin Daeng (AEPI-Jakarta) pada hari Senin, 08 Jun 2015 - 06:29:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Jual Anak Perusahaan BUMN-nya Dulu, Baru Jual Bapaknya

99DwiSoetjipto.jpg
Dwi Soetjipto (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

Seperti diduga sebelumnya, Presiden Direktur Pertamina baru Dwi Soetjipto cepat atau lambat tampaknya akan menjual PT Pertamina. Perusahaan yang hingga saat ini dimiliki 100 persen oleh negara akan dilempar ke pasar keuangan. Caranya dengan menjual anak perusahaannya terlebih dahulu. Mengapa ? karena menjual anak perusahaan tidak perlu peresetujuan DPR.

Sebagaimana dikatakan oleh Dwi Soetjipto pada salah satu media bahwa dia bermaksud untuk memprioritaskan rencana untuk sejumlah anak perusahaan energi milik negara untuk dijual sahamnya melalui penawaran umum perdana (IPO). Tujuan dari IPO adalah untuk membantu meningkatkan transparansi dan good governance dalam pengelolaan unit, yang terdiri dari puluhan perusahaan yang bergerak di kesehatan, asuransi, properti, penerbangan dan sektor pengiriman. Kalau hanya sekedar untuk transaparansi mengapa harus dijual?

Dwi Soetjipto sangat berpengalaman dalam menjual BUMN. Selama memimpin Semen Indonesia, Dwi telah menjual 49 persen saham BUMN tersebut kepada swasta. Sepertinya ke depan Pertamina akan bernasib sama. Terlebih dahulu anak anak perusahaan Pertamina yang akan dijual, baik yang berkaitan langsung dengan rantai suplai perusahaan tersebut maupun unit usaha yang lainnya.

Public bertanya ada apa dengan pemerintahan Jokowi, kabinet beserta para direksi BUMNnya ? mengapa mereka gemar menjual asset negara?

Sebelumnya kita dihebohkan oleh rencana penjualan PT. Dayamitra Telecommunications (Mitratel), anak perusahaan PT. Telekomonikasi (Telkom) kepada perusahaan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, sebuah perusahaan swasta swasta milik Edwin Soeryadjaya.

Pemerintah beranggapan bahwa penjualan anak perusahaan ini tidak perlu persetujuan DPR. Diduga penjualan asset negara rawan menjadi bancakan penguasa. Telkom dan Pertamina adalah dua perusahaan yang rawan dijadikan bancakan.(*)

TeropongRakyat adalah media warga. Setiap opini/berita di TeropongRakyat menjadi tanggung jawab Penulis.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #dirut pertamina  #dwi soetjipto  #perusahaan bumn  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Opini Lainnya
Opini

“Perang Sudah Berakhir”? Membongkar Narasi, Data, dan Kepentingan di Balik Klaim Donald Trump

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Minggu, 03 Mei 2026
Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa perang melawan Iran telah “berakhir” bukan sekadar klaim politik. Ia adalah pintu masuk untuk membaca bagaimana kekuasaan bekerja: melalui bahasa, ...
Opini

Menjemput "Abad Asia": Menguji Kesiapan SDM Indonesia di Tengah Pergeseran Geopolitik Global

*JAKARTA, TeropongSenayan* – Memasuki kuartal kedua abad ke-21, dunia sedang menyaksikan pergeseran tektonik yang tak terelakkan. Pusat gravitasi ekonomi dan politik global secara konsisten ...