Oleh Aditya AF pada hari Jumat, 26 Feb 2021 - 15:57:29 WIB
Bagikan Berita ini :

Kenapa Tesla Pilih India? Ini Kata Eks Wamen ESDM Arcandra

tscom_news_photo_1614329072.jpeg
Tesla (Sumber foto : Ist)

JAKARTA ( TEROPONG SENAYAN ) -- Indonesia bercita-cita menjadi pemain global industri mobil listrik. Demi menggapai cita-cita tersebut, Indonesia perlu menggandeng investor, di mana Tesla Inc, perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat (AS), terus-terusan dirayu untuk berinvestasi.

Namun, Tesla belum lama ini malah dikabarkan lebih memilih India untuk membangun pabrik mobil listriknya. Menanggapi hal ini, Eks Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar sampai ikut angkat bicara.

Kenapa pada akhirnya Elon Musk memilih India sebagai tempat produksi dan pusat teknologi di luar Amerika Serikat?

Arcandra mengatakan, pemilihan India sebagai negara untuk membangun pabrik mobil listrik dan pusat teknologinya diduga karena India memiliki ekosistem yang serupa dengan kantor pusatnya di Silicon Valley, California, Amerika Serikat.

Menurutnya, ada tiga hal yang patut diduga menjadi pemicu Tesla membangun pabrik manufaktur dan pusat teknologinya di Silicon Valley, yakni sumber daya manusia yang sangat terampil di bidang IT dan teknik, chip teknologi yang mutakhir, dan pemodal yang berani mendanai proyek start up yang beresiko tinggi.

"Jika Tesla ingin mengembangkan pusat teknologinya di luar AS, mereka akan mencari kota yang ekosistemnya mendekati apa yang ditawarkan oleh Silicon Valley," ungkapnya dalam unggahan di akun Instagramnya tersebut.

Arcandra mengatakan, ada dua kota di dunia yang yang mendekati persyaratan ini, yaitu Tel Aviv di Israel dan Bangalore di India.

Sebelum Tesla memutuskan untuk membuka pusat teknologi di Bangalore, perusahaan otomotif seperti Mercedes-Benz, Great Wall Motors, General Motors, Continental, Mahindra & Mahindra, Bosch, Delphi and Volvo sudah lebih dulu berada di kota ini.

Selain perusahaan-perusahaan yang cukup mapan ini, banyak start up kendaraan listrik (EV) yang bermunculan di Bangalore dengan mengambil manfaat dari ekosistem yang sudah terbangun dengan baik.

Selain Bangalore di India, Israel juga punya ekosistem seperti Silicon Valley di California yang diberi nama Silicon Wadi. Inilah salah satu kota tempat berkumpulnya talenta-talenta terbaik di bidang IT di dunia.

"Perusahaan seperti Intel, IBM, Google, Facebook, Hewlett-Packard, Philips, Cisco Systems, Oracle Corporation, SAP, BMC Software, Microsoft, dan Motorola mendirikan technology centre-nya di kota ini," paparnya.

Demi menarik investor, Tel Aviv dan Bangalore memulainya dengan membangun sumber daya manusianya. Teknologi IT yang berkembang dan masuknya para pemodal adalah hasil dari kerja keras para talenta yang berkualitas tinggi.

"Mereka bisa membuktikan bahwa hasil kerja mereka tidak kalah dari talenta yang berasal dari AS. Kepercayaan ini tidak dibangun dalam hitungan bulan tapi puluhan tahun," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak ada yang tahu secara pasti kenapa Tesla mendahulukan Bangalore, bukan Tel Aviv. Namun pihaknya menduga ada beberapa alasan.

Pertama, dengan mendahulukan Bangalore, Tesla tidak saja mendapatkan ekosistem IT terbaik, tapi juga bisa mendapatkan akses pasar yang sangat besar. India adalah negara dengan jumlah penjualan mobil keempat terbesar di dunia setelah China, AS, dan Jepang.

Kedua, biaya tenaga kerja yang lebih murah dibandingkan dengan Tel Aviv. Biaya hidup di Tel Aviv sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan Bangalore.

"Rata-rata gaji pegawai juga tiga kali lebih tinggi di Tel Aviv. Biaya hidup di Tel Aviv lebih tinggi dari London, Sydney, dan Berlin. Biaya hidup di Bangalore bahkan lebih rendah dari Jakarta," jelasnya.

Keputusan investasi Tesla yang memilih India tentu bisa menjadi pembelajaran. Bahwa seluruh negara kini terus berlomba memberikan daya tarik kepada investor. Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan potensi sumber daya manusia yang tidak kalah di dunia.

"Tapi memastikan bahwa kedua aset strategis itu bisa membentuk sebuah ekosistem yang memberikan daya tarik bagi investor, tentu menjadi tantangan yang tidak mudah dibangun dalam sekejap," paparnya.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

DPR Harap Pembentukan Keminves Bisa Selesaikan Masalah Klasik Birokrasi

Oleh Bachtiar
pada hari Selasa, 13 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qodratullah mengatakan, dengan terbentuknya Kementerian Investasi (Kemeinves) dapat menyelesaikan masalah klasik yakni persoalan ...
Berita

Sambut Ramadhan, Puan: Jadikan Puasa Ini Untuk Introspeksi Diri

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan ini untuk meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, serta meningkatkan rasa kepedulian pada ...