Oleh Bachtiar pada hari Rabu, 03 Mar 2021 - 13:13:18 WIB
Bagikan Berita ini :

Sinergi Telkom dan BPH Migas, Hadirkan Digitalisasi di Sektor Hilir Untuk Pengawasan Distribusi BBM dan Gas Bumi

tscom_news_photo_1614751998.jpeg
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara (kanan) menyerahkan cindera mata kepada Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa (kiri) (Sumber foto : Humas PT. Telkom)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sebagai salah satu wujud dukungan terhadap digitalisasi di sektor hilir minyak dan gas bumi (Migas) serta turut menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan BBM Satu Harga, Subsidi BBM Tepat Sasaran dan Ketahanan Energi, Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Edi Witjara dan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M. Fanshurullah Asa menandatangani Nota Kesepahamanan tentang Pemanfaatan Potensi Bersama, yang dilaksanakan di Bogor, Selasa (2/3).

Adanya penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai upaya untuk memperkokoh BPH Migas dalam melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap penyediaan dan distribusi BBM dan Gas Bumi dengan penguatan pemanfaatan data melalui aspek digitalisasi.

Dengan demikian, maka ketersediaan dan distribusi BBM yang ditetapkan pemerintah dapat terjamin di seluruh wilayah Indonesia sehingga kebijakan dan aturan yang dikeluarkan oleh BPH Migas akan efektif dan antisipatif dalam menghadapi kondisi-kondisi sekarang dan yang akan datang.

Adapun ruang lingkup kerjasama ini tidak hanya terbatas pada aspek konektivitas tapi jugaplatformdan layanan digital yang disepakati kedua belah pihak.

Sebelumnya Telkom telah menuntaskan program digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia.

Digitalisasi SPBU merupakan sistem monitoring distribusi dan transaksi penjualan BBM di setiap SPBU secarareal-timeuntuk peningkatan standar layanan dan operasional.

Melalui digitalisasi ini, Pertamina dapat memantau kondisi stok dan penjualan tujuh jenis BBM, transaksi pembayaran di SPBU serta pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi.

Di samping itu, seluruh data digitalisasi tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang, seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, serta BPH Migas sehingga dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM termasuk yang bersubsidi yaitu Bio Solar (B30) dan penugasan yaitu Premium.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan, saat ini digitalisasi sudah dilaksanakan oleh Pertamina di 5.518 SPBU. Selanjutnya diharapkan Telkom dapat mendukung pengelolaan pusat data hilir migas sekaligus operatornya.

Dalam sambutannya, Edi Witjara menyampaikan bahwa dalam bertransformasi menjadidigital telco company, Telkom tetap berorientasi kepada pelanggan(customer-oriented). Hal ini sesuai dengan visi Telkom untuk menjadidigital telcopilihan utama untuk memajukan masyarakat, Telkom saat ini membagi bisnisnya menjadi 3digital business domainyaitu Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services.

Keberadaan bisnisplatformdigital menjawab tantangan dan hambatan terkait pengelolaan data. Layananbig datadiharapkan dapat memberikan solusi data yang komprehensif sehingga bermanfaat dalam akselerasi digitalisasi demi menghadirkan layanan terbaik.

“Terima kasih atas kepercayaan BPH Migas untuk bersinergi dengan Telkom dalam melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap penyediaan dan distribusi BBM dan Gas Bumi melalui pemanfaatan teknologi digital,” Edi Witjara menambahkan.

Melalui kolaborasi pemanfaatan potensi bersama antara Telkom dengan BPH Migas terkait layanan teknologi berbasis digital ini, kedua belah pihak dapat saling memberikan manfaat dan nilai tambah sesuai dengan kapabilitas masing-masing, serta dapat meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat luas terkait kebutuhan BBM dan Gas Bumi.

“Ke depannya Telkom akan terus hadir memberikan digitalisasi baik bagi BUMN maupun korporasi lainnya di Indonesia, seperti yang dicanangkan pemerintah. Diharapkan langkah ini dapat meningkatkanvalueBUMN maupu korporasi serta mendukungcashless transactiondi lingkungan masyarakat sehingga nantinya mampu memperkuat ekonomi digital Indonesia,” tutup Edi.

tag: #telkom  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...