Berita
Oleh Bachtiar pada hari Senin, 22 Mar 2021 - 15:40:11 WIB
Bagikan Berita ini :

Soal Desain Pemilu, Fraksi Demokrat: Pemerintah Harus Lindungi Kebebasan Masyarakat

tscom_news_photo_1616402411.jpg
Anwar Hafid Politikus Demokrat (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kapoksi Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anwar Hafid menilai, sebuah desain pemilu yang ideal setidaknya harus mampu menghadirkan tiga hal yang esensial.

Hal tersebut disampaikan oleh Anwar Hafid saat memberikan pandanganya soal pelaksanaan pemilu yang harus diperbaiki di Indonesia.

"Dilaksanakan dengan prinsip yang Demokratis dimana setiap elemen kekuatan politik diberikan ruang yang sama untuk dipilih dan memilih. Serta memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat seluas-luasnya," kata Anwar Hafid, Senin, (22/3/2021).

Politikus Demokrat ini juga mengatakan, dalam pelaksanaan pemilu, pemerintah juga harus mampu melindungi kebebasan dan kesempatan bagi warga negara untuk memilih dan mempelajari setiap pilihan mereka dalam hal ini tansparansi proses pemilu.

"Jadi ketiga hal ini yang mesti dijabarkan oleh penyelenggara mulai dari tahapan verifikasi pemilih, penetapan pemilih dan jadwal pemilihan serta kemungkinan yang akan muncul dari keserentakan pemilu itu sendiri," tandasnya.

tag: #uu-pemilu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar Jazuli Juwaini Dukung Penuh Langkah Tegas Presiden Prabowo, Kedaulatan NKRI Tak Boleh Digadaikan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 07 Nov 2026
JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, MM menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil langkah tegas untuk menjaga ...
Berita

Ketua Dewan Etik PERKI Sampaikan Hak Jawab atas Pemberitaan Kasus dr. Dasaad

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Dewan Etik Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr. Muhammad Munawar, membantah tudingan rekayasa pengaduan terhadap enam pasien serta ...