Oleh Swary Utami Dewi pada hari Sabtu, 30 Agu 2025 - 12:03:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Belajar Merunduk

tscom_news_photo_1756530212.jpg
Demo DPR RI 28 Agustus (Sumber foto : Istimewa)

TEROPONGSENAYAN.COM - Patut diakui, salah satu penyebab sakit hati rakyat adalah tingkah polah mereka yang sekarang sedang duduk di Depan Perwakilan Rakyat (DPR). Rakyat yang sudah dan makin terjepit oleh kesusahan ekonomi merasa marah, muak, dan gerah terhadap berbagai hal yang selama ini terjadi di depan mata.

Pertama, saat dikritik oleh masyarakat, ada yang merespons dengan kata-kata yang tak pantas. Atau ada pula yang merespons tanpa empati. Misalnya, ketika ada kritik mengenai tunjangan DPR.

Kedua, kerap gaya hidup para anggota DPR menunjukkan bahwa mereka "berbeda" dengan rakyat yang diwakili. Di saat daya beli rakyat turun dan hampir selalu merasa tak berdaya, DPR sering menunjukkan gaya hidup dan tingkah laku yang mewah dan wah. Banyak yang menunjukkan diri sebagai kelas atas atau mendadak menjadi kelas atas karena menjadi anggota DPR.

Ketiga, dalam kondisi sulitnya ekonomi yang sedang menimpa rakyat banyak, benar-benar menampar ulu hati saat gaji beserta tunjangan anggota DPR betul-betul sangat tinggi. Bandingkan dengan pendapatan per hari tukang ojek online atau masyarakat marginal lainnya yang menjadi penyangga hidup anggota DPR. Semua bak langit dan bumi. Yang menggaji terkapar tak berdaya dan tertindas, yang digaji begitu mewah dan terhormat.

Keempat, produk legislasi DPR masih banyak yang tak sesuai harapan. Undang-Undang (UU) perampasan aset dan UU masyarakat adat, misalnya, sampai sekarang belum terwujud. Tapi jika mengurus kaum kaya cepat sekali. Jika rakyat merasa terzalimi karena himpitan pajak, misalnya, berteriakkah institusi ini untuk menyuarakan penderitaan rakyat?

Lalu ada institusi kepolisian. Entah mengapa jika menangani demonstrasi langgamnya sudah seperti berhadapan dengan kelompok mafia atau penjahat. Lengkap dengan gas air mata, pentungan, senjata api, kawat berduri, bahkan kendaraan taktis berat. Sejak beberapa tahun ini kepolisian seperti begitu diistimewakan. Anggaran naik luar biasa. Anggaran kepolisian meningkat selama empat tahun terakhir. Untuk 2026 telah dialokasikan Rp145,6 triliun. Alokasi ini masuk tiga besar lembaga dengan anggaran jumbo, ketiga sesudah Badan Gizi Nasional dan Kementerian Pertahanan.

Institusi-institusi tersebut tak bisa dibantah tampak begitu sombong dan berkuasa. Sementara rakyat banyak yang mendanai mereka dari keringat dan lelahnya lebih banyak dipinggirkan dan diperlakukan kasar. Maka tak heran, jika dalam demonstrasi yang berlanjut itu simbol-simbol kesombongan yang dominan disasar: bangunan kepolisian dan DPR/DPRD.

Sudah saatnya institusi-institusi yang seharusnya melayani kepentingan rakyat dan menjaga keselamatan rakyat berbenah diri. Tobat nasuha. Belajarlah merunduk pada rakyat yang menafkahi kalian. Belajarlah untuk dicintai dan disayangi rakyat. Caranya sederhana. DPR segera mengurus legislasi yang pro-rakyat, betul-betul mendengar, proses legislasi dibuat transparan, ubah gaya hidup yang tak layak. Sementara untuk polisi segera lakukan audit dan reformasi kepolisian, termasuk tentang cara berhadapan dan melayani publik. Hilangkan kesan polisi yang angker dan istimewa.

Intinya, segera belajar merunduk pada kedaulatan rakyat, yang sudah menafkahi mereka dengan keringat, darah, dan lelahnya.

30 Agustus 2025

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
thejoint
advertisement
HUT R1 2025 AHMAD NAJIB
advertisement
HUT RI 2025 M HEKAL
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
HUT RI 2025 SOKSI
advertisement
Lainnya
Opini

98 Resolution Network: Menyelaraskan Suara Rakyat dengan Agenda Presiden Prabowo

Oleh Achmad Faridz Ramadhan
pada hari Sabtu, 30 Agu 2025
TEROPONGSENAYAN.COM - Jakarta, Situasi politik nasional kembali mendapat sorotan setelah aksi unjuk rasa pengemudi ojek online pada 25–28 Agustus 2025 diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan ...
Opini

Reformasi Polri: Jalan Terjal Menuju Reformasi Jilid 2

TEROPONGSENAYAN.COM - Jakarta, Gelombang demonstrasi yang kembali marak di berbagai kota bukan sekadar ekspresi ketidakpuasan sesaat. Di balik teriakan, spanduk, dan bentrokan di jalan, muncul satu ...