Oleh Fath pada hari Selasa, 07 Apr 2026 - 10:54:43 WIB
Bagikan Berita ini :

Wakil Ketua BKSAP DPR Dukung Permintaan SBY Soal Penugasan Prajurit UNIFIL di Lebanon

tscom_news_photo_1775534083.jpg
Bramantyo Suwondo politikus partai Demokrat (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo, menilai pernyataan Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) untuk menjelaskan secara transparan penyebab tewasnya prajurit TNI sebagai langkah yang sangat tepat dan perlu didukung.

Menurut Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini, dorongan untuk melakukan investigasi menyeluruh sangat penting demi memberikan kejelasan terkait kronologi kematian prajurit dan memastikan adanya akuntabilitas atas kejadian tersebut.

“Kejelasan ini bukan hanya penting bagi keluarga korban, tetapi juga bagi negara dalam menjaga kehormatan dan tanggung jawab terhadap setiap prajurit yang ditugaskan dalam misi internasional,” ujar Bram kepada awak media di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Namun demikian, ia juga menyoroti, perkembangan situasi keamanan di Lebanon yang semakin memburuk dan telah mengarah pada kondisi konflik terbuka. Dalam situasi tersebut, Bramantyo menilai mandat UNIFIL sebagai pasukan penjaga perdamaian menjadi sulit untuk dijalankan secara optimal.

“Dengan kondisi wilayah yang sudah terkategori zona perang, perlu ada evaluasi serius dan mendalam. Dalam situasi seperti sekarang, sepertinya tidak lagi memungkinkan bagi UNIFIL untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara efektif,” katanya.

Ia pun mendorong PBB untuk tidak hanya fokus pada investigasi, tetapi juga mempertimbangkan opsi penarikan pasukan UNIFIL dari Lebanon.

Menurutnya, keselamatan personel harus menjadi prioritas utama di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.

“Jangan sampai pasukan penjaga perdamaian justru berada dalam risiko tinggi tanpa perlindungan yang memadai. Penarikan pasukan perlu menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan secara serius,” tegasnya.

Bramantyo menambahkan, pengungkapan fakta secara transparan, penegakan akuntabilitas, serta langkah konkret untuk melindungi pasukan di masa mendatang merupakan bentuk penghormatan yang seharusnya diberikan atas pengorbanan prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian dunia.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement