
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ada banyak tokoh bangsa yang ingin memberikan saran dan kritik kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut dinilai sebagai bagian positif dalam kehidupan demokrasi, terlebih jika disampaikan berdasarkan fakta dan aspirasi masyarakat.
Presiden Prabowo, menurut Wakil Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay, dikenal terbuka terhadap berbagai masukan. Ia kerap mengundang sejumlah tokoh untuk berdiskusi di Istana, mulai dari kalangan birokrat, ulama, tokoh agama, akademisi, media massa, hingga aktivis.
“Setiap pertemuan diisi dengan diskusi terbuka. Bahkan, masyarakat luas juga bisa mengikuti melalui siaran televisi. Ini menunjukkan sikap terbuka Presiden dalam melibatkan berbagai elemen bangsa untuk pembangunan ke depan,” ujar Saleh, Sabtu (10/04/2026).
Dalam konteks keterbukaan tersebut, Saleh menilai Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), sebaiknya menyampaikan saran, masukan, maupun kritik secara langsung kepada Presiden.
“Sebagai tokoh bangsa, Pak JK sangat tepat jika menyampaikan pandangan langsung kepada Presiden di Istana. Saya yakin Presiden Prabowo akan sangat terbuka dan senang berdiskusi dengan beliau,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Jusuf Kalla merupakan tokoh berpengalaman yang memiliki kapasitas di bidang bisnis, politik, dan birokrasi, serta diakui hingga tingkat internasional.
“Pak JK adalah tokoh hebat. Pengalamannya sangat lengkap dan kontribusinya bagi bangsa tidak diragukan,” tambahnya.
Menurut Saleh, penyampaian kritik secara langsung akan lebih efektif dan konstruktif, terutama jika dilakukan oleh tokoh senior seperti Jusuf Kalla.
“Saya kira jika Pak JK berkunjung ke Istana, publik berharap beliau dapat menyampaikan masukan secara langsung. Komunikasi seperti itu akan lebih mudah ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa penyampaian kritik melalui media sosial atau media massa kurang tepat untuk tokoh sekelas Jusuf Kalla. Menurutnya, ruang dialog langsung dengan Presiden lebih mencerminkan etika komunikasi antarnegara dan antar-tokoh bangsa.
“Pak JK dikenal sangat mencintai Indonesia dan selalu berkontribusi. Karena itu, penyampaian masukan secara langsung akan lebih elegan dan efektif,” pungkasnya.