Oleh Fath pada hari Rabu, 29 Apr 2026 - 12:47:22 WIB
Bagikan Berita ini :

Biaya Produksi Hanya Rp 5.000 per Liter, Mulyadi Optimis Kehadiran Bobibos Akan Ringankan Beban Masyarakat

tscom_news_photo_1777441642.jpg
Mulyadi politikus Partai Gerindra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos atau Bobibos dipastikan telah memiliki adiktif yang dalam formulasinya berbahan baku murah dan mesin khusus. Dengan adanya bahan baku murah dan mesin khusus ini membuat biaya produksi bahan bakar nabati berbasis jerami ini hanya Rp 5.000 per liternya.


Demikian disampaikan Dewan Pembina Bobibos yang juga merupakan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Mulyadi, menanggapi keraguan atas tingginya biaya produksi bahan bakar nabati berbasis jerami ini. Mulyadi juga menjawab soal klaim rendahnya biaya produksi Bobibos yang dikemukakan oleh seorang Guru Besar IPB.

“Kita sudah menemukan adiktif yang dalam formulasinya berbahan baku murah dan mesin khusus yang kita rakit. Harga pokok produksi kita di bawah Rp 5000 per liter,” kata Mulyadi kepada awak media di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Lebih lanjut, Mulyadi mengatakan, kehadiran Bobibos bukan menjadi pengganti BBM berbahan fosil. Mulyadi mengutarakan, bahwa kehadiran bakar nabati berbasis jerami ini sebagai alternatif bagi masyarakat akan BBM berbahan fosil.

“Bobibos adalah alternatif bukan pengganti,” beber dia.


Tak hanya itu, Mulyadi mengungkapkan, bahwa Kementerian ESDM sendiri telah menginstruksikan kepada Bobibos untuk fokus di bensin lantaran memiliki RON 98. Hal ini, kata Mulyadi, sesuai dengan hasil lab dari Lemigas.

“Bahkan saat rapat di kementerian ESDM karena hasil lab dari Lemigas kita memiliki RON 98. Bobibos diminta untuk fokus di bensin,” ungkap Mulyadi.

Beberkan Sederet Manfaat dan Hal Positif

Mulyadi mengatakan, Bobibos sendiri memiliki sederet hal positif dan manfaat bilamana diberikan kesempatan untuk menjadi alternatif dari BBM berbahan fosil. Mulyadi, setidaknya membeberkan 8 manfaat dari keberadaan Bobibos.


“Membantu meringankan beban masyarakat terkait biaya BBM,karena pasti jauh lebih murah,” imbuh Mulyadi.

Tak hanya itu, lanjut Mulyadi, Bobibos juga menyediakan bahan bakar berkualitas lantaran memiliki RON 98. Mulyadi pun memastikan, bahan bakar Bobibos lebih ramah lingkungan karena merupakan nabati.

“Meningkatkan kesejahteraan petani,karena limbah jerami memiliki nilai ekonomi dan membantu meringankan keuangan negara karena import BBM berkurang,” imbuh Mulyadi.

Legislator asal Jawab Barat ini memastikan, kehadiran Bobibos juga akan turut membuka lapangan pekerjaan baru dengan jumlah besar. Mulyadi menekankan, kehadiran Bobibos juga akan meningkatkan perputaran uang lebih besar di daerah.

“Lalu jika sawah dan jumlah panen ditingkatkan, kemandirian energi semakin nyata,karena sawah bukan saja jadi tempat kemandirian pangan. Tapi bisa jadi sumber kemandirian energi,” tandas Mulyadi.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement