PURT DPD tak Pernah Diajak Bahas Anggaran Tujuh Proyek DPR
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Kamis, 27 Agu 2015 - 15:39:09 WIB

Bagikan Berita ini :

44dpd-ri.jpg
Sumber foto : Ist
DPD RI

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI, Habib Ali Alwi menjelaskan bahwa dalam tujuh proyek DPR, DPD pernah beberapa kali ikut dalam pembahasan tersebut.

"Lima kali DPD diajak DPR rembug soal tujuh proyek," kata Habib di ruang kerja DPD RI Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Dari tujuh proyek tersebut, lanjut dia, hanya beberapa item saja yang akan dibangun dan selebihnya bersifat penataan dari yang sudah ada.

"Tujuh proyek itu dalam satu kesatuan mungkin satu saja yang dibangun dan yang lainnya penataan saja sifatnya, misalkan gedung perpus," ungkap Senator asal Banten ini.

Memang, kata dia, pembangunan tersebut sangat dibutuhkan jika dilihat dari kondisi parlemen saat ini yang belum terintegrasi dengan baik.

Adapun adanya resistensi dari masyarakat, itu disebabkan karena parlemen selama ini dipersepsikan kurang baik. Namun selain itu boleh jadi adanya kemungkinan sebagai pengalihan isu.

"Kebutuhan akan proyek itu sangat dibutuhkan sekali, sikap DPD adalah selama itu penataan untuk parlemen lebih baik gak masalah, toh itu buat kepentingan masyarakat, saya lihat ada pengalihan isu juga soal resistensi publik tersebut," ujar dia.

Saat ditanya apakah DPD ikut terlibat dalam pembahasan anggaran soal tujuh proyek tersebut, Habib menyatakan bahwa DPD belum diajak sampai tahap pembahasan anggaran.

"Kalau sampai tataran anggaran berapa, DPD belum tahu, tahunya DPD soal sayembara saja undangan terakhir yang diterima DPD. Kalau sampai rincian anggaran DPD belum dikasih tahu, biasanya anggaran itu keluar kalau sayembara sudah keluar" ungkap dia. (iy)

tag: #proyek gedung dpr  #dpd ri  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING
TSTRENDING