Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Minggu, 06 Sep 2015 - 16:17:07 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemerintah Harus Pertimbangkan Risiko Rencana Pembangunan Jargas

7unnamed.jpg
Katherine A. Oendoen (Sumber foto : Sahlan Ake/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pemerintah berencana membangun jaringan pipa gas (Jargas) di perkotaan. Jargas tersebut dimaksudkan untuk mengatasi persoalan distribusi gas yang selama ini dinilai banyak mengalami kendala.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Gerindra Katherine A. Oendoen menganggap rencana jargas tersebut cukup masuk akal. Alasannya, hal tersebut dapat berfungsi menyalurkan gas alam dan gas metan sebagai pengganti dari elpiji.

"Adalah ide yang nampaknya masuk akal karena pertamina sering merugi dlm bisnis elpiji," ujar Katherine dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/9/2015).

Meski demikian, Katherine mengingatkan supaya pemerintah mempertimbangkan risikonya sebelum jargas tersebut direalisasikan. Terutama menyangkut pembiayaan dan pemeliharaan.

"Jangan sampai pembiayaan jargas nantinya tidak efisien, dan bagaimana menghitung efektifitas pemeliharaannya," ungkapnya.

Selain itu, Katherine menandaskan, agar pemerintah tidak lalai dalam memperhatikan persoalan keselamatan konsumen. Dalam pandangannya, gas alam memiliki risiko tinggi tingkat kerawanan terbakar.

"Gas alam cenderung tidak terlihat, susah terdeteksi dan mudah meledak pada kondisi tertentu. Beda dengan elpiji dan gas alam yang bisa di bottling langsung kepada pembeli," ucap anggota dewan asal Dapil Kalimantan Barat tersebut.(yn)

tag: #jaringan pipa gas  #dpr  #senayan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Putusan MK Soal Sisa Kuota Internet, Wakil Ketua Komisi I: Berikan Perlindungan Lebih Kuat Kepada Hak Konsumen

Oleh Fath
pada hari Minggu, 26 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan agar kuota internet yang sudah dibeli bisa dipakai ...
Berita

Pekerja Migran Indonesia Jadi Korban TPPO, Dijanjikan Kerja di Turki Berujung ke Libya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Polda Metro Jaya mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan orang atau TPPO dengan modus pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia secara nonprocedural. Para korban ...