Opini
Oleh Ariady Achmad pada hari Senin, 05 Okt 2015 - 06:57:43 WIB
Bagikan Berita ini :

Ancaman Sengketa Pilkada

43130867e3c1197d7c304ef2e4d81ae6b841118d32.jpg
Kolom Obrolan Pagi bareng Ariady Achmad (Sumber foto : Ilustrasi/TeropongSenayan)

Prof Moh Mahfud MD memperkirakan sekitar 60 persen Pilkada Serentak 2015 akan bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Angka itu berdasarkan perkiraan kasar dari pengalaman besaran angkat sengketa Pilkada yang masuk ke MK.

Penyebab utama sengketa ada lima. Paling utama adalah politik uang. Kemudian berturut-turut adalah teror atau pemaksaan, pemalsuan data pemilih, penggalangan PNS dan KPU yang berpihak.

Peringatan Prof Moh Mahfud yang pernah menjadi Ketua MK ini tentu tidak mengada-ada. Namun berdasarkan pengalaman empiris. Sehingga perlu mendapat perhatian seluruh elemen bangsa ini, khususnya pemerintah, KPU dan parpol.

Hitungan kasar dari perkiraan tersebut berarti akan ada sekitar 162 sengketa dalam waktu yang berbarengan. Jika sehari para hakim MK menyelesaikan satu kasus sengketa maka butuh waktu 162 hari atau sekitar 5,5 bulan!

Jelas hal tersebut akan menabrak ketentuan penanganan sengketa. Sebab, seperti diungkapkan Prof Moh Mahfud, hakim MK dibatasi waktu paling lama 45 hari untuk menyelesaikan sengketa Pilkada.

Sanggupkah para hakim MK nantinya menangani perkara gketa Pilkada? Perlu antisipasi dan terobosan hukum yang matang untuk hal ini. Kita mengingatkan jangan sampai penanganan perkara sengketa Pilkada menimbulkan kericuhan baru.(*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #sarapan pagi  #kolom  #ariady achmad  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Opini Lainnya
Opini

“Perang Sudah Berakhir”? Membongkar Narasi, Data, dan Kepentingan di Balik Klaim Donald Trump

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Minggu, 03 Mei 2026
Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa perang melawan Iran telah “berakhir” bukan sekadar klaim politik. Ia adalah pintu masuk untuk membaca bagaimana kekuasaan bekerja: melalui bahasa, ...
Opini

Menjemput "Abad Asia": Menguji Kesiapan SDM Indonesia di Tengah Pergeseran Geopolitik Global

*JAKARTA, TeropongSenayan* – Memasuki kuartal kedua abad ke-21, dunia sedang menyaksikan pergeseran tektonik yang tak terelakkan. Pusat gravitasi ekonomi dan politik global secara konsisten ...