Berita
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Rabu, 28 Okt 2015 - 19:03:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Tak Hanya Warga, Ratusan Prajurit TNI Juga Terkena ISPA

78TNI.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Bencana kabut asap yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan banyak warga terkena penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Namun ternyata tak hanya warga sipil, prajurit TNI yang bertugas ikut memadamkan kebakaran hutan pun tak luput dari penyakit ISPA. Pengakuan tersebut disampaikan langsung Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Gatot menyebutkan, sebanyak 117 prajurit TNI terkena ISPA selama melaksanakan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan dan Riau. Oleh sebab itu, dirinya meminta prajurit TNI yang melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan selama 1,5 bulan untuk dirotasi.

"Kalau TNI itu biasanya kan operasinya panjang, enggak usah dirotasi. Tetapi setelah saya mengecek di tempat-tempat mereka bertugas, kesimpulannya mereka harus berotasi karena bekerja siang malam, yang mereka hadapi bukan musuh tapi kabut asap. Setelah saya adakan pengecekan dari 1.059 prajurit, 117 yang kena ISPA. Makanya saya roling setelah 40 hari saya ganti," kata Gatot di Markas Yonkav 7/Kodam Jaya, Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Dia juga meminta prajurit TNI yang sudah kembali untuk diperiksa kesehatannya. Tujuannya, ketika diminta untuk melakukan tugas pemadaman kebakaran kembali, prajurit tersebut sudah siap untuk dikirim ke Sumatera dan Kalimantan.

"Semua pasukan saya siap untuk operasi ini. TNI sendiri menyiapkan rumah sakit lapangan, dapur lapangan dan menyiapkan KRI untuk angkut personel. Sekarang seperti kapal rumah sakit dokter KRI Suharso ada di Banjarmasin siap hadapi segala kemunginan tapi mudah-mudahan kemungkinan buruk tidak terjadi," kata dia.

Selain itu, dirinya juga membangun rumah singgah untuk korban dampak kabut asap yang dilengkapi penyaring udara. Sebab, masyarakat tidak bisa menghirup udara bersih.

"Saat ini tidak ada evakuasi, evakuasi menunggu perintah Mensos dan Menkes. Mensos menyiapkan rumah-rumah yang ada pembersih udara dan perawat-perawat disana karena ada anak kecil dan lansia. Dalam kondisi emergency kami siap," tukas dia.(yn)

tag: #kabut asap  #prajurit tni  #tni  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

PDIP: Penundaan Pilkada Ditengah Pandemi Akan Menciptakan Ketidakpastian Baru

Oleh Bachtiar
pada hari Senin, 21 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Pilkada Serentak 2020 harus diselenggarakan pada tahun ini. Menurut dia, di tengah pandemi ini, setiap ...
Berita

KAMI Minta KPU Tunda Pilkada Serentak 2020

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan penyelenggara negara menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Pasalnya, ...