Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Kamis, 29 Okt 2015 - 15:47:17 WIB
Bagikan Berita ini :

ICW Duga Penempatan Para Jaksa Agung Muda Beraroma Politis

72kejagung1.jpg
Gedung Kejagung (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Rotasi sejumlah jabatan eselon I di Kejaksaan Agung mendapatkan sorotan. Pasalnya, nama-nama yang ditempatkan di posisi Jaksa Agung Muda (JAM) tersebut dinilai tidak kapabel dan berbau politis.

Koordinator Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri mengungkapkan, rekam jejak para Jaksa Agung Muda itu tidak menunjukkan prestasi yang baik.

Di antaranya, Jamintel Adi Toegarisman yang saat menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI banyak kasus di bawah penanganannya tak tertangani hingga saat ini.

"Catatan ICW, banyak kasus yang ditangani Kejati DKI mangkrak. Belum lagi uang pengganti kerugian negara yang belum diselesaikan. Tunggakan kasus juga masih banyak. Hasilnya mengecewakan. Penyidikan kasus korupsi yang melibatkan kelas kakap di Pemda DKI juga tidak terselesaikan. Jadi belum cocok sebenarnya Kajati DKI menjabat Jamintel. Inilah kekeliruan Presiden Joko Widodo yang asal tandatangan Keppres tanpa menelusuri kinerja dan track record para JAM tersebut," kata Febri di Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Lebih lanjut Febri menilai, Kejaksaan Agung tidak transparan dalam melakukan fit and proper test pejabat eselon I-nya.

"Harusnya publik diinformasikan bahwa ada beberapa calon yang akan dirotasi. Sebutkan nama-namanya dan kriteria apa saja yang dapat menduduki eselon I. Kalau proses seleksi dilakukan tertutup, dikhawatirkan ada jual beli jabatan," imbuhnya.

ICW meminta Presiden Jokowi harus bertanggung jawab karena ikut merestui terpilihnya para Jaksa Agung Muda tersebut.

‎"Penegakan hukum di tangan Presiden Jokowi sudah mati suri. Bisa kacau negara ini. Presiden harus bertanggung jawab jika penegakan hukum di Indonesia bobrok," ucapnya.

Adapun beberapa kasus dugaan korupsi yang mangkrak di Kejati DKI yakni kasus anggaran pengadaan CCTV Monas, ‎kasus lahan Tower, kasus penjualan rumah dinas dokter Puskesmas Kelurahan Johar Baru. Lalu semasa menjabat Direktur Penyidikan di Pidsus, kasus yang ditangani Adi juga banyak yang mangkrak, seperti kredit fiktif Bank Permata, Refurbish Part PLN, Patal Bekasi, Kasus SHS serta Bibit di Kementerian Pertanian dan masih banyak lagi.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung merotasi sejumlah pejabat eselon I yakni Jaksa Agung Muda Pidana Khusus yang dijabat Arminsyah, Jaksa Agung Muda ‎Tata Usaha Negara dijabat Bambang Setya Wahyudi, Jaksa Agung Muda Pidana Umum diduduki Noor Rochmad, Jaksa Agung Muda Pengawasan Widyopramono dan Jaksa Agung Muda Intelejen dijabat Adi Toegarisman.

Presiden Joko Widodo pun merestui nama-nama tersebut yang sebelumnya diusulkan Jaksa Agung HM Prasetyo. Sayangnya, sejumlah nama tersebut dinilai tidak kapabel dan berkualitas yang dipilih politisi Nasdem tersebut. Salah satunya yakni nama Adi Toegarisman selaku Jamintel.(yn)

tag: #jaksa agung muda  #kejagung  #icw  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Mengapa Doni Monardo Memuji Ridwan Kamil

Oleh Rihad
pada hari Kamis, 06 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kepala Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID-19 Letnan Jenderal Doni Monardo mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan Provinsi Jabar  dalam mengendalikan pandemi ...
Berita

Karyawan KPU Terpapar Covid-19 Hingga 21 Orang, Makin Banyak Kantor Ditutup

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sejumlah 21 pegawai Komisi Pemilihan Umum  (KPU),  tertular  virus corona. Temuan itu setelah KPU menggelar tes swab bertahap pada 3 sampai 5 Agustus 2020 ...