Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Minggu, 08 Nov 2015 - 19:59:15 WIB
Bagikan Berita ini :

Senator Ini Ingatkan Pemerintah Terkait Jalur Dagang Baru Asia Tenggara

72posisi-silang-indonesia.jpg
Posisi Silang Indonesia (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota DPD RI asal Maluku Utara Nono Sampono mengingatkan pemerintah Indonesia untuk jeli dalam menilai perkembangan geneologi politik dunia, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Nono mengatakan, penilaian dari perkembangan tersebut dapat menjadi modal bagi pemerintah dalam memproteksi kebijakan dagang Internasional yang dibidiknya ke depan.

Nono mengungkapkan bahwa telah terjadi dinamika baru dari pencanangan pembangunan pelabuhan secara serentak di 5 negara Asia tenggara.

"Lima negara tersebut, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam dan Kamboja," ujar Nono kepada TeropongSenayan, setelah menjadi pembicara pada diskusi Forum Senator Untuk Rakyat dengan tema "Antara Gaduh Putih dan Gaduh Hitam di Kabinet Kerja" di Cikini, Jakarta, Minggu (8/11/2015).

Nono menjelaskan, pembangunan pelabuhan di lima negara tersebut bukan hal sepele. Menurutnya, proyek tersebut menyimpan satu skema perdagangan internasional yang melibatkan China. Terhadap hal itu, lanjut Nono, Singapura sudah pasti akan sangat dirugikan.

"Bagaimana dengan Indonesia? Singapura bisa kolaps ke depan. Ini yang perlu dilihat kita. Karena barang yang datang ke indonesia harus memperhatikan arus terkini. Lima negara Myanmar, Laos, Thailand, Vietnam dan Kamboja tersebut membuat konektifitas logistik dengan China. Kemudian mereka membangun pelabuhannya di Dawai. Artinya terjadi jarak yang dekat ke Eropa dan Timur Tengah jadi dia tidak perlu lagi ke sini (Indonesia)," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Nuno mengharapkan Indonesia dapat melakukan diplomasi strategis dalam menanggapi perkembangan tersebut. Sehingga, kata dia, poros maritim yang dicanangkan pemerintah dapat menemukan koneksi strategis dengan jalur lalu lintas dagang internasional.

"Jadi harus ada koordinasi, dan mudah-mudahan pak Jokowi konsisten dengan itu. Dia sudah melakukan diplomasi dengan China dan Jepang untuk membantu. Karena itu kan kepentingan internasional. Jadi kekuatan poros maritim ini sebagai doktrin operasional untuk menunjukkan sebagai negara maritim. Salah kalau bukan itu yang dijadikan kekuatan," pungkasnya. (mnx/b6)

tag: #tpp  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 SOKSI
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pidato Presiden R-APBN 2021 Sangat Optimis, Jazuli: Rakyat Butuh Bukti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 14 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengapresiasi Pidato Presiden yang optimis melihat ekonomi 2021 di tengah kondisi pandemi Covid-19. Pemerintah mematok target ...
Berita

Jelang HUT RI, Spanduk Habib Rizieq Sihab Mendadak Ramai di Sudut Kota Jakarta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Spanduk dan baliho imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bertebaran di sejumlah wilayah DKI Jakarta, munculnya spanduk Habib Rizieq ...