Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Selasa, 24 Nov 2015 - 22:34:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Sebagai Tamu, Ahok Diingatkan Agar Menghormati Tuan Rumah

81ahok_pusing.jpg
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengingatkan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghormati prosedur atau aturan main yang sudah ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Hal itu disampaikan Taufik saat menanggapi sikap Ahok yang secara emosional memaksa BPK agar rekaman saat pemeriksaan oleh tim audit investigasi BPK RI dipublikasikan.

Taufik menyarankan, agar Ahok sadar diri dan bisa menghormati mekanisme yang sudah ditetapkan di internal BPK RI.

"Setiap lembaga/institusi itu punya prosedur masing-masing. Termasuk BPK kan punya aturan sendiri. Jadi Ahok sebagai tamu harus menghormati aturan tuan rumah (BPK RI)," kata Taufik kepada TeropongSenayan di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

"Sekarang boleh tidak saya masuk ke rumah Anda, terus saya mau ngapa-ngapain seenak saya. Enggak bisa kan? Secara etika saya pasti menghormati aturan main rumah Anda," jelas Politisi Gerindra ini.

‎‎Karena itu, Taufik berpesan, agar Ahok belajar menghormati lembaga atau orang lain, dengan cara tidak ngotot memaksakan kehendaknya sendiri.

"Yang saya tidak habis fikir, Ahok ini orang tahu aturan tidak sih?, kalau tahu, ikuti aturan dong. Jangan justru ngotot mau menabrak aturan rumah orang," pesan Taufik.

Sebelumnya Ahok menyebutkan, bila BPK menganggap pemeriksaan terhadap dirinya adalah proses pengumpulan data untuk mencari kebenaran, Ahok meminta BPK untuk mempublikasikan video pemeriksaannya tersebut.

Hal itu disampaikan Ahok saat dia memenuhi undangan BPK RI untuk diperiksa terkait kasus korupsi pembelian lahan RS Sumber Saras dalam Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2014.

Tim BPK melakukan audit investigasi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam catatannya, BPK menemukan adanya indikasi kerugian negara sebesar ratusan miliar. (mnx)

tag: #ahok  #dprd-dki  #rs-sumber-waras  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Semar Institut: Kritik Adalah Hak Demokratis, tetapi Membubarkan Diskusi Bukan Tradisi Intelektual

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menyayangkan tindakan sejumlah mahasiswa yang membubarkan forum diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas ...
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...