Jakarta
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Sabtu, 30 Jan 2016 - 16:33:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Babak Baru Skandal UPS, Hubungan Ahok dan Sekda DKI Memanas

45ahok-marah.jpg
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pengusutan kasus anggaran siluman dalam peroyek pengadaan uninterruptible power supel (UPS) pada APBD-P DKI 2014 terus bergulir.

Sejumlah pertanyaan yang dilakukan hakim dan jaksa di sidang Tipikor terus mengejar pihak-pihak yang paling bertanggung jawab dan ikut terlibat.

Bahkan, dalam kasus tersebut mengarah pada pemain baru. Pasalnya, kemarin, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menyeret-menyeret nama anak buahnya, yaitu Sekda DKI Saefullah.

Ahok menyatakan tidak bisa menghadiri sidang kasus UPS pada Kamis (28/1/2016) kemaren, lantaran mengaku belum ada panggilan.

Namun, jika sudah ada panggilan, orang nomor satu di DKI Jakarta itu memastikan siap hadir.

"UPS sudah masuk persidangan. Tinggal tunggu saya dipanggil oleh jaksa," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jumat (29/1/2016).

Keinginan Ahok untuk mengungkapkan kasus korupsi itu sangat kuat. Dia bahkan mengaku sudah sangat geram dengan para pelaku dalam kasus UPS itu. Apalagi, usai sidang Kamis lalu, salah satu saksi yang dihadirkan, yaitu Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana sempat melontarkan tudingan, bahwa Ahok tak bisa begitu saja berkelit karena jelas terlibat.

"Lulung kamu dengerin. Orangnya kagak ngerti apa yang diargumenkan," cetus Ahok.

Lulung sebelumnya, menyebut Ahok adalah pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus UPS, mengingat Ahok adalah yang menandatangani nomenklatur proyek tersebut.

"Kasihan Lulung, jadi anggota DPRD lama tapi enggak ngerti. Yang tanda tangan kan Sekda (Saefullah). Gubernur enggak bisa tanda tangan bos," tambahnya.

Ahok menjelaskan, keluar masuknya uang itu dihandle oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI.

Namun, saat ditanya kemungkinan keterlibatan Sekda, Ahok menyatakan tidak tahu pasti.

"Saya enggak tahu. Termasuk apakah mantan Kadis Pendidikan (Lasro Marbun) juga ikut terlibat atau enggak. Nanti dipersidangan bisa kelihatan," beber Ahok‎

Anehnya, ketika hal tersebut dikonfirmasi, Sekda DKI Saefullah dengan tegas membantah statemen bosnya, Gubernur DKI Ahok yang menyebut dirinya menandatangani nomenklatur proyek UPS.

"Tidak, saya tidak pernah tanda tangan kok," kata Saefullah saat ditemui di kantornya.

Bahkan, Tokoh Nahdatul Ulama (NU) DKI itu pun, balik mempertanyakan nomenklatur yang dimaksud Ahok.

Kepada wartawan, Saefullah justru menunjukkan kesan bingung karena namanya mulai diseret-seret.

"Nomenklatur apa?, saya tidak tahu. Saya tidak pernah tanda tangan," ucap dia dengan mimik serius.‎(yn)

tag: #ahok  #korupsi-ups  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Semar Institut: Kritik Adalah Hak Demokratis, tetapi Membubarkan Diskusi Bukan Tradisi Intelektual

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menyayangkan tindakan sejumlah mahasiswa yang membubarkan forum diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas ...
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...