Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Kamis, 11 Feb 2016 - 04:15:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Ahok Ngaku Gajinya Lebih Kecil dari Anggota DPRD, Taufik : Ahok Bohong!

802015082707123031Basuki Tjahaja Purnama Metrotvnews.jpg
Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama (Ahok) (Sumber foto : ISTIMEWA)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Politisi Kebon Sirih kembali dibuat geram oleh pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut gaji anggota DPRD DKI lebih besar dari gaji Gubernur.

Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik menegaskan, bahwa Ahok bohong besar. Karena gaji Anggota Dewan jauh lebih kecil dari pada gaji Ahok.

"Kacau, ini orang (Ahok) bohong lagi aja. Tidak betul, jika Ahok bilang gaji anggota DPRD lebih lebih besar dari gaji Gubernur," kata Taufik kepada TeropongSenayan di Jakarta, Rabu (10/2/2016) malam.‎

Taufik menjelaskan, sebagaimana diatur dalam Pasal 11 PP Nomor 24/2004, bahwa‎ gaji Anggota Dewan hanya 75 persen dari gaji Gubernur. ‎
‎‎
Karenanya, ketua DPD Gerindra DKI ini menilai, ada dua kemungkinan Ahok menyatakan gaji Anggota Dewan lebih besar dibanding Gubernur. Yakni, antara berbohong dan tidak mengerti aturan.

Kalau Ahok sengaja berbohong, tambah Taufik, berarti dalam seminggu ini, Ahok sudah yang kedua kalinya berbicara tidak sesuai fakta.

"Kemarin baru saja bohong soal tanda tangan (APBD-P DKI 2014 dalam persidangan
UPS di Tipikor). Sekarang lagi (soal gaji). Dasar doyan bohong," tegas eks aktivis Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI) itu.‎

"Tapi, bohong sama enggak ngerti aturan itu beda-beda tipis ya," cibirnya.‎

Karena itu, Taufik mengingatkan agar Ahok tidak terus-terusan membuat sensasi untuk meraih simpati publik dengan cara mengumbar kebohongan.‎

"Sudah lah, jangan bohong terus. Kerja aja yang bener. Masa bohong seminggu dua kali?," cetus Taufik.

"Ini (bohong) kayaknya untuk pencitraan saja‎, karena memang kinerjanya tidak ada yang bisa dibanggakan kan?," tandasnya.

Ahok sebelumnya menyatakan, menolak usulan DPRD untuk memberikan uang tunjangan kepada Anggota Dewan Rp300 ribu per rapat.

Alasannya, kata bekas politikus Golkar dan Gerindra ini, lantaran gaji politisi Kebon Sirih jauh lebih besar dari gaji Gubernur.

"Gaji sudah gede, dikasih mobil, masa enggak rajin? Aku lebih kecil gajinya, (tapi) rajin. Enggak ada dasarnya juga. Dasarnya apa?" kata Ahok.‎ (lih)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Semar Institut: Kritik Adalah Hak Demokratis, tetapi Membubarkan Diskusi Bukan Tradisi Intelektual

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menyayangkan tindakan sejumlah mahasiswa yang membubarkan forum diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas ...
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...